”Wujud sikap mandiri dan gotong royong yaitu anak-anak diberi kebebasan untuk mempersiapkan dagangan, memilih dan menjajakan barang dagangannya. Sekolah hanya memberi rambu-rambu bahwa yang dijual dalam bentuk jajanan makanan dan minuman tradisional, yang sehat dan tidak mengandung bahan pengawet,” ujarnya kepada Banten Ekspres, Kamis (8/5).
Mohamad menambahakan, pemilihan menu makanan dan minuman, serta konsep pemasaran dan manajemen usaha, diserahkan semuanya kepada siswa dengan arahan dari wali kelas masing-masing. Peserta didik diberi keleluasaan menggunakan lingkungan sekolah sebagai lokasi tempat membuka usaha mereka dalam acara Market Day tersebut.
“Dalam acara ini tidak ada intervensi dari guru atau sekolah . Peserta didik sendiri yang berkreativitas maunya seperti apa, dan barang yang di jual, bebas,” paparnya.
Ia menjelaskan, beberapa kelas dagangannya habis terjual. Hal ini sangat menyenangkan bagi peserta didik. Menu yang dijual di stand Market Day diantaranya minuman tradisional, aneka minuman es, cilok, risol mayo,pisang gemoy, tempura dan aneka macam kue.
”Semoga, market day bisa dilakukan lagi oleh siswa untuk bisa mandiri dan siswa bisa mempraktekkan sendiri. Artinya, siswa bisa mempunyai modal untuk bisa melakukan secara mandiri ataupun kelompok bersama teman-teman di luar sekolah,” tutupnya.(ran)











