“Ini sejarah dalam hidup. Belum tentu, teman-teman bisa melaksanakan haji tahun depan. Seluruh petugas harus bersyukur. Betapa banyak orang yang ingin menjadi petugas haji, yang dipanggil hanya teman-seman semua,” tambahnya.
“Jika Allah menghendaki, banyak cara Tuhan mengundang kita. Saya mohon, kita harus berhusnudzon. Bisa jadi, petugas haji ini bagian dari do’a orangtuanya. Maka itu bagi para petugas haji yang mungkin orangtuanya belum sempat berhaji, ingat kedua orangtuanya, doakan, jangan-jangan ini berkat doa orangtuanya,” ucapnya.
“Jadikan pekerjaan ini pekerjaan suci. Semuanya harus fokus. Gunakan kacamata kuda, niatkan lillahi ta’ala. Tugas kita di sini, bukan berdagang, nampang, mencari peluang lain, bukan cari jodoh. Tapi, melayani jamaah dengan baik,” papar KH Nasaruddin Umar.
Dirjen PHU, Hilman Latief menambahkan, bahwa sampai saat ini masih terus mengawal keberangkatan jemaah haji, memformulasikan kloter jamaah dari seluruh embarkasi.











