”Hardiknas tahun ini mengusung tema Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Tema ini bukan hanya slogan, tapi ajakan bagi kita semua, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan pendidikan yang berkualitas, merata, dan relevan dengan perkembangan zaman,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Jumat (2/5).
Sugiyanta menambahkan, penggunaan pakaian adat dalam upacara bukan sekadar simbol, melainkan bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus pendidikan karakter. Ia berharap semangat Hardiknas tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus menginspirasi seluruh siswa untuk menjadi pelajar yang aktif, inklusif dan berdaya saing di era digital.
”Ini sebagai bentuk komitmen kita untuk terus melestarikan baju adat Indonesia agar tetap bertahan. Saya juga menekan kepada para siswa agar tidak malu dengan adat dan budaya Indonesia yang saat ini hampir tidak terdongkrak oleh gen-z,”paparnya.
Ia menjelaskan, kegiatan upacara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antar kelas, memperlihatkan keragaman pakaian adat yang dikenakan para siswa. Suasana penuh keakraban dan semangat persatuan mewarnai akhir kegiatan, mencerminkan komitmen SMPN 4 Pasar Kemis untuk terus menghidupkan nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan bermutu bagi semua.
”Sekali lagi saya harapkan, para siswa bisa terus menjunjung tinggi budaya Indonesia. Jangan sampai kalah dengan budaya luar yang saat ini sedang trend di Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia harus cinta dan terus menerus meningkatkan kecintaan kita kepada budaya Indonesia,” tutupnya.(ran)











