”Kita juga bisa mengawasi para siswa, tidak perlu mereka jajan di luar sekolah. Kita juga melarang pedagang berjualan di depan sekolah. Ini karena bisa membahayakan siswa jika mereka harus jajan di jam istirahat,” ujarnya kepada Banten Ekspres, Kamis(10/4).
Wartondho menambahkan, untuk pengelolaannya telah dibentuk kepengurusan kantin yang terdiri dari unsur pedagang, dewan guru, orang tua murid dan Komite Sekolah. Tim tersebut yang kemudian menentukan pola pengelolaan, maupun jenis dan ragam makanan serta minuman yang disedikan di kantin tersebut.
“Kita berupaya menciptakan sekolah ini sebagai rumah ke dua bagi para siswa. Sehingga para siswa akan merasa nyaman saat berada di sekolah. Termasuk dalam mendapatkan akses layanan kantin yang sehat dengan bahan jajanan yang sehat dan bergizi,”paparnya.
Ia menjelaskan, sejak adanya kantin sehat, tidak ada lagi siswa jajan di luar sekolah. Saat jam istirahat ataupun pulang sekolah, siswa selalu di kantin sehat. Ini membuat dirinya tidak lagi khawatir akan keselamatan siswa. Ini karena semua pedagang yang berjualan di depan sekolah sudah berjualan di kantin sehat.








