Artinya dengan kelompok masyarakat dan dana itu ditransfer ke Tim Penerima Bantuan (TPB) yang nantinya diserahkan ke tukang material.
“Kita hanya mengirimkan uang ke tim kami, nanti diberikan ke tukang material yang hasil akhirnya bahan bangunan itu dikirimkan ke penerima Rutilahu. Sehingga, si penerima langsung menerima bahan bangunannya dan dikerjakan secara bersama-sama dengan masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan Deni, DPRKP Kabupaten Serang punya inovasi baru dalam penanganan Rutilahu melalui digital, dengan meluncurkan Aplikasi Digital Monitoring (Digimon) Rutilahu.
Sehingga, masyarakat yang ingin mengajukan pembangunan Rutilahu bisa langsung melalui aplikasi tersebut.
“Kami siapkan dasboardnya dan siapapun bisa mengakses, jadi penanganannya dengan usulan bukan dalam bentuk proposal fisik tapi melalui aplikasi. Lebih jelasnya seperti Serang Open, nanti masing-masing desa punya akun supaya bisa mengaksesnya,” ucapnya.











