”Artinya sebenarnya luar biasa kesempatan itu pangsa pasar luar negeri. Kita lakukan bimbingan dari Kementerian Keuangan ada, dari provinsi ada dan kami terus support mereka agar bisa terus semakin besar,” jelasnya.
Resmi mengatakan, dampak pandemi Covid-19 yang melanda secara global pasar ekspor belum sepenuhnya pulih. Hal itu bisa dilihat dari data nilai ekspor barang produksi asal Kabupaten Tangerang menurun di 2023 dibanding 2022.
Apalagi secara global terjadi ketidakpastian ekonomi dan pasar membuat investor dan konsumen membatasi pengeluaran. Namun, kata dia, nilai ekspor pada tahun 2023 sebesar Rp. 26 Triliun lebih atau tepatnya Rp.288.143.974.450.
Kata dia, angka ini turun sebesar 70 persen dibandingkan pada tahun 2022. Meski begitu, potensi pangsa pasar ekspor di 2024 masih terbuka lebar. Ia memaparkan, produk olahan makanan, minuman hingga alas kaki masih punya potensi besar.
”Nilai perdagangan luar negeri itu mencapai 1,7 juta dollar Amerika Serikat. Tentu ini besar, kita dorong pelaku UMKM dan IKM pun untuk masuk ke pangsa pasar ekspor,” jelasnya.










