Arrohmah menambahkan, pengenalan alat musik tradisional dilakukan sejak kelas 1, bahkan sampai kelas 6 siswa tersebut sudah mahir memainkan alat musik tradisional. Ini karena mereka selalu melakukan latihan terus saat jam istirahat ataupun pada saat eskul seni musik.
”Sebagian siswa ada yang tertarik dan mendalaminya ada juga yang kurang tertarik, tetapi kita tidak selalu memaksakan mereka karena tergantung dari siswanya apakah mereka mau atau tidak. Tetapi sosialisasi harus dilakukan agar alat musik tradisional sebagai budaya Indonesia tidak hilang tertelan zaman,”paparnya.
Ia menjelaskan, siswa yang tertarik dengan alat musik tradisional saat ini terus melatih kemampuan memainkan alat musik tradisional, bahkan tidak segan mereka berlama-lama untuk melatih kemampuan dalam memainkan alat musik tradisional yang ada di sekolah.
”Kita harus terus latih siswa, agar menumbuhkan rasa kecintaan mereka terhadap alat musik tradisional. Jangan, sampai alat musik tradisional hilang dan tidak ada lagi yang mengingat bahwa pernah ada alat musik khas Indonesia,”tutupnya.(ran)











