Klarifikasi PJ Kades Wanakerta Tetkait Isu Miring, Sebut Hanya Miskomunikasi Saja

PJ Kepala Desa Wanakarta Haji Hasbullah memberikan klarifikasi terkait isu miring yang beredar. Simak kronologi lengkap dan hasil mediasi bersama Camat Sindang Jaya. Foto: Pemdes Wanakerta

SINDANGJAYA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Penjabat (PJ) Kepala Desa Wanakarta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Haji Hasbullah akhirnya angkat bicara untuk mengklarifikasi berbagai pemberitaan miring yang beredar di masyarakat.

Melalui mediasi resmi yang digelar pada Senin, 11 Mei 2026, persoalan tersebut dinyatakan selesai secara kekeluargaan melalui jalur islah.

Bacaan Lainnya

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Wanakarta tersebut diinisiasi oleh Camat Sindang Jaya Galih Prakoso.

Mediasi ini turut dihadiri oleh jajaran BPD, Binamas, tokoh agama dari MUI Kyai Husni Mubarok, sesepuh Kyai Haji Muhammad Soleh, serta perwakilan keluarga terkait.

“Alhamdulillah, mediasi berjalan dengan baik dan sudah selesai. Dari perwakilan keluarga yang hadir, termasuk Pak Faisal dan Bapak Suhardjo (Jaro Tepong), sudah menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi maupun keluarga,” ujar Haji Hasbullah dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.

Haji Hasbullah menekankan, apa yang terjadi sebelumnya merupakan bentuk miskomunikasi dalam lingkungan kerja yang kemudian berkembang menjadi berbagai persepsi di masyarakat.

Menjawab pertanyaan mengenai poin krusial yang memicu kesalahpahaman, Haji Hasbullah menjelaskan kronologi keberangkatannya ke Jakarta yang sempat menjadi sorotan.

Ia menjelaskan, pada hari Jumat sebelumnya, sedianya ada jadwal ke Inspektorat bagi Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kaur Keuangan.

Namun, karena adanya penundaan jadwal, mereka memutuskan untuk menggunakan waktu tersebut untuk membeli perlengkapan kantor.

“Kami bertiga berangkat ke Glodok, Jakarta, untuk membeli laptop. Posisi duduk tidak berubah sejak berangkat sampai pulang,” tegas Hasbullah.

Haji Hasbullah menepis keras adanya unsur negatif atau perilaku tidak pantas selama perjalanan tersebut.

Ia memaparkan bukti-bukti fisik untuk memperkuat pernyataannya. Berangkat pukul 10.10 WIB dan sudah kembali ke Wanakarta pukul 14.55 WIB (masih dalam jam kerja).

Lalu, unit laptop yang dibeli tersedia di kantor desa, lengkap dengan kuitansi dan nota pembelian bertanggal hari tersebut.

“Tidak ada unsur negatif. Hubungan antara pimpinan dan bawahan adalah hal biasa dalam dunia kerja guna mengayomi pegawai. Kami pastikan fakta di lapangan sesuai dengan prosedur,” tambahnya.

Pasca islah ini, Haji Hasbullah berharap agar hubungan antara Pemerintah Desa Wanakarta dengan masyarakat semakin harmonis dan sinergis.

Ia mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dan mengedepankan nilai-nilai persatuan.

“Harapan kami, ke depannya kita lebih mengutamakan nilai kemanusiaan dan keindahan dalam membangun tatanan pemerintah desa yang lebih baik di Wanakarta ini,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait