Waspadai Hewan Kurban Luar Daerah, Distan Diminta Proaktif

Ketua Komisi II DPRD Banten, Iip Makmur saat ditemui di ruang kerjanya Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa 12 Mei 2026.

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Iip Makmur meminta kepada Dinas Pertanian (Distan) Banten untuk pro aktif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan yang ketat, hal ini guna memastikan hewan yang masuk ke Banten dalam kondisi layak kurban.

“Distan harus lebih pro aktif untuk memeriksa hewan kurban, terutama dari luar Banten,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa 12 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, pemeriksaan harus dilakukan secara ketat karena mayoritas hewan yang didatangkan berasal dari luar Banten.

Berdasarkan data evaluasi tahun 2025, Banten masih mengalami defisit besar-besaran. Dari total kebutuhan hewan kurban, peternak lokal baru mampu menyuplai sekitar 19 persen dari kebutuhan pasar. Kondisi ini memaksa Banten untuk mendatangkan puluhan ribu ekor ternak dari luar daerah.

“Saya membaca data dari Distan untuk hewan kurban, seperti sapi, kambing, domba itu masih defisit,” ungkapnya.

Maka dari itu, pemeriksaan penting dilakukan untuk memastikan tidak ada hewan kurban yang mengidap penyakit menular saat masuk ke wilayah Banten.

“Meskipun kasusnya sudah tidak ada, tapi tetap kita harus waspadai penyakit hewan yang bisa menular ke manusia,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, politisi PKS ini juga meminta Distan untuk melakukan analisis data yang lebih mendalam. Bukan hanya soal jumlah, tetapi juga mengenai efektivitas lokasi penjualan.

“Kami meminta pendataan yang maksimal agar data tahun 2026 lebih akurat. Kita perlu tahu apakah ada perkembangan populasi atau tetap defisit. Selain itu, informasi penyebaran hewan kurban harus merata agar tidak ada pedagang yang lokasinya sepi sementara di daerah lain justru kekurangan stok,” tutupnya.

Menurutnya, kekurangan stok ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor peternakan lokal agar Banten tidak terus-menerus bergantung pada pasokan provinsi lain.

“Meskipun sentra produksi berada di wilayah Lebak dan Pandeglang namun ini masuk belum bisa memenuhi stok kebutuhan hewan di Banten,” paparnya. (*)

Pos terkait