Bapak satu anak ini mengaku, soal perbedaan menu dari siswa TK hingga SMP tentunya akan diatur oleh Badan Gizi Nasional. Tapi, yang menjadi catatan dan harus diperhatikan adalah bagi anak-anak yang kebutuhan khusus, apalagi yang kondisi alergi.
“Misalkan ada yang tidak bisa makan ayam, ada yang tidak bisa makan nasi, nah itu treatmentnya seperti apa? Apakah diganti dengan mi ataupun diganti dengan roti? Nanti mungkin dari Badan Gizi punya alternatif. Atau misalkan dia tidak bisa makan, kalau tidak bisa minum susu, diganti alternatifnya apa yang sehat? Kayak gitu,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, untuk pendidikan jenjang TK uci coba program makan bergizi gratis merupakan uci coba pertama yang dilakukan. “Kita sebelumnya sudah pernah uji coba di SD namun, jenjang SMP belum pernah,” ujarnya.
BACA JUGA :
Pemkot Tangsel Rutin Peringati Hari Disabilitas Internasional











