170 Ribu Lansia di Kota Tangsel Jadi Fokus Program Kesehatan Tradisional

Wali Kota Benyamin Davnie didampingi Kadinkes Allin Hendalin Mahdaniar foto bersama peserta gebyar lansia di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Rabu 22 April 2026. Foto : Miladi Ahmad/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel terus mendorong pemanfaatan layanan kesehatan tradisional sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kalangan lanjut usia (lansia).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar dalam kegiatan Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Tradisional bertajuk Gebyar Lansia yang dirangkai dengan edukasi kesehatan di Aula Blandongan Balai Kota, Rabu, 22 April 2026.

Bacaan Lainnya

Allin menjelaskan, pelayanan kesehatan tradisional menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang berfokus pada upaya promotif dan preventif. Layanan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendukung selain pelayanan medis modern.

“Pelayanan kesehatan tradisional merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif yang bisa dimanfaatkan masyarakat, tentunya harus aman, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

Allin menambahkan, layanan yang dikembangkan meliputi terapi akupresur oleh tenaga kesehatan terlatih serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai pertolongan pertama di rumah. Ke depan, layanan tersebut juga akan diintegrasikan dengan fasilitas kesehatan seperti puskesmas hingga rumah sakit.

Berdasarkan data, jumlah lansia di Kota Tangsel mencapai sekitar 170 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 93,3 persen tergolong mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari, meski sebagian lainnya masih membutuhkan pendampingan keluarga.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Tangsel menyiapkan program lanjutan berupa pembentukan sekitar 35 kelompok atau pos lansia. Program ini akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti olahraga bersama, pemberian makanan tambahan, konsultasi psikologi, hingga layanan kesehatan tradisional.

“Harapannya, lansia bisa tetap sehat, mandiri, dan bahagia dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di puskesmas. Pemerintah memastikan layanan pemeriksaan kesehatan tetap terbuka bagi seluruh warga.

“Kalau ingin memeriksa kesehatan, silakan datang ke puskesmas terdekat,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, pemerintah terus memperkuat perhatian terhadap kesehatan lansia melalui berbagai program pelayanan dan edukasi. Salah satunya dengan mengembangkan layanan kesehatan tradisional sebagai pelengkap layanan medis.

“Pelayanan kesehatan tradisional ini akan terus dikembangkan, baik di puskesmas maupun rumah sakit,” ujarnya.

Benyamin juga menekankan pentingnya menjaga kualitas hidup lansia, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental. Menurutnya, lansia perlu menjaga pola makan, pikiran, serta emosi agar tetap sehat dan bahagia.

“Tipsnya sederhana, jaga makanan, jaga hati, dan jaga pikiran. Yang penting tetap bahagia,” katanya.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Tangsel berharap para lansia tetap sehat, aktif dan produktif, serta mampu berkontribusi di lingkungan masyarakat.

“Peran lansia tetap penting dan tidak tergantikan. Kami ingin memastikan mereka tetap sehat, produktif dan bahagia,” tutupnya. (*)

Pos terkait