Kloter Pertama Berangkat, Calon Jemaah Haji Kota Tangsel Diminta Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan

Wali Kota Benyamin Davnie bersama kakanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten Samsudin, Ketua DPRD Abdul Rasyid melepas jemaah haji yang menggunakan kursi roda di Islamic Center Baiturrahmi, Serpong, Kota Tangsel, Rabu 22 April 2026. Foto : Miladi Ahmad/Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangsel Benyamin Davni melepas rombongan keberangkatan calon jamaah haji asal Kota Tangsel kelompok terbang (kloter) pertama (JKB 02) , Rabu, 22 April 2026 subuh. Pelepasan dilaksanakan di Masjid Biturrahmi Islamic Center BSD city, Serpong.

Saat pelepasan calon jemaah haji, Benyamin didampingi Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten Samsudin, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Tipe A Kota Tangsel Rizki Waludin, Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid dan lainnya.

Bacaan Lainnya
Wali Kota Benyamin Davnie bersama kakanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten Samsudin, Ketua DPRD Abdul Rasyid melepas jemaah haji asal Tangsel di Islamic Center Baiturrahmi, Serpong, Kota Tangsel, Rabu 22 April 2026. Foto : Miladi Ahmad/Bantenekspres.co.id

Diketahui, sebanyak 1.102 calon jemaah haji akan berangkat ke Tanah Suci Makkah dalam lima kloter, yakni pada 22 dan 24 April, serta 16, 17, dan 24 Mei 2026 melalui Asrama Haji Cipondoh.

Seluruh jemaah akan didampingi oleh 16 petugas haji yang terdiri dari ketua kloter, petugas kesehatan, pembimbing ibadah (bimbad), serta empat orang Petugas Haji Daerah (PHD).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Tipe A Kota Tangsel Rizki Waludin mengatakan, sebanyak 387 jemaah haji asal Kota Tangsel diberangkatkan menuju Tanah Suci pada musim haji 2026. Ratusan jemaah tersebut terdiri dari 186 laki-laki dan 201 perempuan.

“Selain jemaah, terdapat pula petugas kloter sebanyak empat orang yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, serta dua petugas haji daerah yang seluruhnya perempuan,” ujarnya saat sambutan, Rabu, 22 April 2026.

Rizki menambahkan, dari sisi usia, jemaah termuda laki-laki tercatat atas nama Munir Murtado (17) yang berasal dari KPHU Mujahidin, Kecamatan Pamulang. Sementara jemaah tertua laki-laki adalah Hasan Disri (85) dari KPHU Al-Mujahidin, Kecamatan Serpong.

Untuk jemaah perempuan, yang termuda adalah Diana Julianti Suteja (22) dari KPHU Al-Mujahidin, Kecamatan Pamulang. Sedangkan jemaah tertua perempuan bernama Harsinah Muljaredja Murjadi (85) dari KPHU Al-Mujahidin.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran proses pemberangkatan jemaah haji, mulai dari pemerintah pusat hingga jajaran panitia di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, mulai dari Kementerian Haji dan Umrah hingga seluruh panitia haji di Kota Tangsel,” jelasnya.

Pihaknya berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, ratusan jemaah haji asal Kota Tangsel akhirnya bersiap menunaikan ibadah ke Tanah Suci setelah menunggu selama belasan tahun.

“Tercatat sebanyak 387 jemaah tergabung dalam satu kelompok terbang, terdiri dari 186 laki-laki dan 201 perempuan,” ujarnya.

Jamaah Haji Kota Tangsel dilepas Wali Kota Benyamin Davnie

Benyamin menambahkan, selain jemaah terdapat pula petugas kloter sebanyak empat orang, masing-masing dua laki-laki dan dua perempuan, serta dua petugas haji daerah yang seluruhnya perempuan.

Para calon jemaah haji rata-rata telah menunggu keberangkatan selama 13 hingga 14 tahun. Penantian panjang tersebut bukan hal mudah, melainkan membutuhkan kesabaran dan keimanan yang kuat.

“Ini bukti bahwa bapak dan ibu memiliki niat yang sangat kuat untuk memenuhi panggilan Allah. Menunggu 13 tahun bukan tanpa ujian, butuh kesabaran luar biasa,” tambahnya.

Menurutnya, selama menjalankan ibadah haji sekitar 40 hingga 42 hari di Tanah Suci, para jemaah diminta untuk fokus beribadah dan menjaga kesehatan. Seluruh urusan dunia diharapkan dapat dititipkan kepada keluarga di rumah.

Selain itu, jemaah diimbau untuk mengikuti arahan petugas haji yang telah dibekali pelatihan, agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar. “Manfaatkan waktu selama di sana dengan sebaik-baiknya. Jadilah tamu Allah yang benar-benar menjalankan ibadah dengan khusyuk,” pesannya.

Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Benyamin menuturkan, pihaknya menyiapkan fasilitas transportasi bagi jemaah selama proses keberangkatan (embarkasi) hingga kepulangan (debarkasi). Sebanyak 13 unit bus disiapkan, dengan penggunaan sekitar 10 bus yang disesuaikan dengan kebutuhan jemaah.

“Untuk transportasi kita siapkan 13 bus, yang digunakan sekitar 10 bus sesuai kebutuhan. Nanti saat kepulangan juga akan dijemput,” terangnya.

Tak hanya itu, selama perjalanan menuju embarkasi, jemaah juga mendapatkan fasilitas konsumsi yang telah disediakan di dalam bus sebagai bagian dari pelayanan kepada calon jemaah haji.

Benyamin juga mengingatkan untuk menjaga niat dan fokus selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Selain kesiapan fisik, kekuatan iman dan kesabaran menjadi kunci utama dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.

“Ibu dan bapak diharapkan menjadi pribadi yang semakin kuat keimanannya, tidak mudah tergoda oleh urusan duniawi, serta mampu menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan hanya karena Allah SWT,” jelasnya.

Para jemaah juga diimbau untuk selalu menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat padatnya aktivitas ibadah yang akan dijalani selama kurang lebih 40 hari.

“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kesabaran, serta dapat kembali ke tanah air dengan selamat,” tutupnya. (*)

Pos terkait