“Melalui petugas medis Dinkes (Dinas Kesehatan) dibantu petugas PMI, pemeriksanaan layanan kesehatan bagi warga di pengungsian kita harapkan dapat dioptimalkan,” kata Andi.
Politisi Partai Golkar ini menuturkan, selain bantuan permakanan, selimut, layanan kesehatan ini dianggap sangat perlu karena masyarakat yang berada di posko pengungsian rawan terserang berbagai macam penyakit, seperti gatal-gatal, deman, diare, dan pilek. Sehingga kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas.
“Setiap posko harus ditempatkan tim medis untuk memeriksa dan ketersediaan obat-obatan perhatikan juga,” ujarnya.
Di posko pengungsian terdapat sejumlah balita, anak-anak dan para lansia yang sangat rentan. Sehingga Pemkot Tangerang melalui petugas medis Dinkes maupun PMI perlu memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan kondisi kesehatan dan pemberian obat gratis.
Dia juga berharap, adanya layanan kesehatan secara mobilie di lokasi warga yang terdampak banjir. Hal ini dianggap juga sangat perlu karena pengungsi banjir juga tersebar di rumah-rumah warga atau saudaranya.











