Aksi ini mendapat perhatian besar dari warga setempat. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi berkumpul di pinggir jalan menyaksikan aksi mahasiswa. Aksi ini juga sempat menyebabkan kemacetan di sekitar Bundaran Bugel dengan lalu lintas tersendat dari arah Cikupa menuju Tigaraksa dan sebaliknya.
Mahasiswa menuntut penegakan aturan Perbup 12 Tahun 2022, yang mereka anggap tidak berjalan optimal dan mengakibatkan banyak korban jiwa. Aksi solidaritas ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyuarakan kekecewaan terhadap kebijakan yang dianggap lemah dalam melindungi masyarakat dari bahaya kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan truk tanah.
”Kami ingin keadilan ditegakkan, nyawa tidak boleh jadi korban hanya karena aturan yang tidak ditegakkan,” tegas Endang.
Aksi ini berjalan damai dengan diikuti oleh doa bersama dan tabur bunga, meski sempat menyebabkan kemacetan dan menarik perhatian banyak pengendara serta masyarakat di sekitar lokasi.(sep)











