“Deteksi dini itu, pertama memang gula darah sewaktu, maksudnya kalau dia cut off nya lebih 200 berarti ada resiko terkena diabetes. Nah, nanti itu ditindaklanjuti di puskemas, pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, pemeriksaan dini sudah dilakukan kepada 34 ribu warga Kota Serang. “Untuk tahun ini kita sudah memeriksa gula darah sebanyak 34 ribu. Dari hasil pemeriksaan untuk yang normal (gula darah) ada 69 persen atau sekitar 23.600. Untuk pradiabetes ada 17 persen dan diabetes ada 12 persen,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin mengatakan, dalam upaya menanggulangi kasus penyakit diabetes melitus di Kota Serang, pihaknya telah melakukan beberapa program, yakni promosi kesehatan dan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis).
Melalui program tersebut, Dinkes Kota Serang terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait pencegahan dan bahaya diabetes melitus.











