Sulit Cari Kerja Jadi Sebab Kemiskinan, Survei UYI dalam Profiling Warga Miskin di Kota Tangerang

Survei UYI
Mahasiswa Universitas Yuppentek Tangerang bersama jajaran perangkat daerah Pemkot Tangerang usai menggelar kegiatan Seminar Kemiskinan Ekstrem, di Aula Kecamatan Batuceper, Selasa (17/9/2024) lalu. (Credit: Abdul Aziz Muslim/Banten Ekspres)

Pria yang juga menjabat Kepala Lembaga Penelitian Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Yuppentek Indonesia (UYI) ini menyebut ada 2 metode yang dilakukan dalam survei tersebut.

“Yang pertama adalah mengembangkan dengan strategi nafkah atau biasa disebut livelihood. Istilah ini melihat bagaimana keluarga mampu berdaya dari keterbatasan yang mereka miliki. tidak hanya berdasarkan bantuan pemerintah, tapi juga bagaimana mereka bisa berdaya,” papar dia.

Bacaan Lainnya

Kemudian pihaknya melakukan pemotretan kondisi sosial keluarga, diantaranya kondisi stunting, lansia, disabilitas dan lainnya.

“Memotret kondisi masyarakat yang mengalami stunting. Apakah di keluarga itu stunting atau tidak. Kemudian lansia, bagaimana kondisinya, sakit atau tidak. Lalu disabilitas apa saja disitu, apakah amputasi kaki, atau keterbelakangan pikiran,” paparnya.

Wawan menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian survei tersebut didapati keluarga dengan pendapatan rendah yang masih di bawah UMR.

Pos terkait