Proyek Masih Berjalan, Sebab Serapan APBD Rendah

APBD Rendah
Alat berat tengah melakukan salah satu proyek kegiatan konstruksi di kawasan Serpong. Proyek menjadi salah satu sebab masih rendahnya serapan anggaran pada APBD 2024 Kota Tangsel. (Credit: Tri Budi Sulaksono/Banten Ekspres)

“Kendalanya itu proses pekerjaan jalan, hanya mungkin dalam proses pengambilan uang muka dan lainnya.
Itukan proses pengambilannya tidak langsung tapi, pasti hanya 20 persen dulu uang mukanya,” jelasnya.

Namun, Eki meyakini berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya OPD teknis tersebut capaiannya serapan penggunaan APBD sangat bagus.

Bacaan Lainnya

“OPD diatas 60 persen itu banyak, Kesbangpol sudah 88 persen karena ada hibah, Dispora 78 persen. Ini hitungan kita di APBD murni dan perubahan belum.
Penganggarannya besar. Kita sudah melakukan imbauan kepada OPD yang capaiannya masih dibawah 50 persen,” ungkapnya.

Eki mengaku, untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan pihaknya sedang melakukan tahapan evaluasi ke Provinsi Banten dan akan dibahas Senin mendatang.

“Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan ini tidak telat dan termasuk cepat. Ini tidak menjadi kendala di alat kelengkapan DPRD Kota Tangsel karena, sudah ada surat edaran dan nanti setelah evaluasi nanti langsung disampaikan kepada pimpinan sementara,” tuturnya.

Pos terkait