Selain itu, tak perlu juga masa pensiun dianggap masa menyenangkan karena terbebas dari beban yang selama ini diemban. Pasalnya, apabila tugas-tugas dijalankan dengan hati yang senang, maka tidak akan merasa terbebani tugas yang diemban.
“Setiap tugas itu, harus dijalankan dengan hati yang senang, untuk mengabdi kepada Negara dan mengabdi kepada masyarakat. Insyaallah, berkah dan diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahu Wa Taala,” ujar Lurah Mauk Timur, seraya tetap semangat bertugas menjelang masa pensiun untuk mengabdi kepada Negara dan masyarakat.
BACA JUGA: Banyak ASN Pensiun, Kekosongan Jabatan Mulai Diisi
Ia menambahkan, masa pensiun bukan akhir dari proses aktivitas dan kreativitas. Otak harus terus dirangsang untuk terus berfikir. Pengabdian tidak berhenti hanya karena memasuki masa pensiun. setelah masa pensiun, semangat dan optimisme harus tetap menyala.
“Kontribusi seorang pensiunan justru diperlukan pada saat kami terjun dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya. (zky)










