BALARAJA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, menggelar Rembuk Stunting Tingkat Desa Cangkudu Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.
Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan dan masyarakat untuk menyatukan langkah dalam mencegah stunting sejak dini.
Kepala Desa Cangkudu, Abdullah, mengatakan, pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama keluarga.
“Rembuk stunting ini menjadi momentum untuk menyatukan komitmen dalam mencegah dan menangani stunting. Kita tidak ingin persoalan ini baru dibicarakan ketika sudah terjadi, tetapi harus dicegah sejak dini,” ujar Abdullah kepada BantenEkspres.co.id, Minggu 27 September 2026.
Menurutnya, stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga erat dengan pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, pola asuh, sanitasi lingkungan serta pemantauan tumbuh kembang secara rutin.
“Mulai dari kesehatan ibu, pemenuhan gizi anak, pola asuh, kebersihan lingkungan, sanitasi hingga pemantauan tumbuh kembang harus menjadi perhatian,” katanya.
Abdullah menegaskan, Pemdes Cangkudu akan terus memperkuat koordinasi dengan kader Posyandu dan tenaga kesehatan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi serta layanan kesehatan ibu dan anak.
“Kader Posyandu memiliki peran penting karena berada dekat dengan masyarakat. Posyandu harus dimanfaatkan untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus memberikan edukasi tentang kesehatan dan gizi,” jelasnya.
Ia juga mengajak para orang tua rutin membawa anak ke Posyandu dan tidak menunggu munculnya masalah pertumbuhan untuk melakukan pemeriksaan.
“Pemantauan secara rutin penting agar setiap perkembangan anak bisa diketahui sejak awal. Jika ada kekhawatiran terkait tumbuh kembang, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan,” tuturnya.
Abdullah menambahkan, pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui kolaborasi Posyandu, kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa serta masyarakat.
“Kita ingin gerakan pencegahan stunting dimulai dari keluarga, kemudian diperkuat oleh Posyandu, kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan seluruh masyarakat. Semua memiliki peran masing-masing,” ucapnya.
Ia berharap hasil Rembuk Stunting Desa Cangkudu 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan langkah nyata yang berdampak bagi masyarakat.
“Kita ingin bersama-sama memastikan anak-anak Cangkudu tumbuh sehat, aktif dan berkembang secara optimal. Cangkudu harus bergerak bersama, Cangkudu peduli, dan Cangkudu bebas stunting,” pungkasnya. (*)











