SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kekeringan di Kota Tangsel semakin meluas. Hingga Senin, 26 Oktober 2026 siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel mencatat sebanyak 75 titik terdampak kekeringan, bertambah dua titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 73 titik.
Penambahan tersebut terjadi meskipun sejumlah wilayah sesekali diguyur hujan. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak masih tinggi.
Penata Layanan Operasional Danton BPBD Kota Tangsel Dian Wiryawan mengatakan, dua titik kekeringan baru terdata pada Senin siang.
Salah satunya berada di SDN Keranggan RT 14 RW 03, Kecamatan Setu. “Ada dua penambahan titik kekeringan, salah satunya di SDN Keranggan RT 14 RW 03, Kecamatan Setu,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 26 Oktober 2026.
Dian menambahkan, kondisi kekeringan tersebut berdampak terhadap 3.523 kepala keluarga (KK) atau sekitar 13.265 jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, BPBD Tangsel bersama sejumlah perangkat daerah dan pihak swasta telah mendistribusikan sebanyak 2.684.100 liter air bersih sejak 8 Juli 2026.
Menurutnya, pendistribusian air bersih terus dilakukan dengan dukungan berbagai instansi dan lembaga yang menyediakan bantuan mobil tangki maupun layanan distribusi ke wilayah terdampak.
“Selama sekitar 2,5 minggu ini, yang membantu distribusi air bersih ke sejumlah titik antara lain Sinar Mas Land BSD, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Tangsel, Damkar Tangsel, DMC Dompet Dhuafa, UDD PMI Tangsel, dan Rumah Zakat,” tambahnya.
Dukungan tersebut diperlukan agar distribusi air bersih dapat menjangkau warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie turut menyoroti peningkatan jumlah titik kekeringan di wilayahnya. Ia mengatakan, jumlah titik terdampak yang sebelumnya sekitar 18 titik kini telah meningkat menjadi puluhan titik.
Benyamin menyebut, pemerintah telah menyalurkan hampir dua juta liter air bersih untuk membantu masyarakat terdampak. “Distribusi dilakukan ke sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Setu dan Serpong, dengan dukungan PMI, Baznas, BPBD, serta Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC),” ujarnya.
Benyamin memastikan ketersediaan air untuk distribusi masih mencukupi. Sementara itu, kendaraan tangki dioperasikan secara bergantian untuk memenuhi kebutuhan warga di berbagai lokasi.
“Kami berusaha terus mendistribusikan air bersih kepada lokasi atau titik yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
BPBD Kota Tangsel bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan dan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang membutuhkan. (*)










