Pemdes Palasari Ajak Masyarakat Rutin ke Posyandu, Cegah Stunting Sejak Dini

Pemdes Palasari Ajak Masyarakat Rutin ke Posyandu, Cegah Stunting Sejak Dini
POSYANDU: Pemdes Palasari, bekerjasama dengan pihak puskesmas menggelar posyandu untuk warga dalam rangka pengecekan kesehatan balita. Randy/Bantenekspres.co.id

LEGOK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Palasari, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, terus mendorong masyarakat agar rutin membawa balita ke pos pelayanan terpadu (Posyandu) untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga tumbuh kembang anak, mencegah berbagai penyakit, sekaligus menekan risiko stunting sejak dini.

Kepala Desa Palasari, Ucu Samsuri, mengatakan bahwa kesehatan balita merupakan hal penting yang harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, maupun orang tua.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu orang tua mengetahui perkembangan anak, mulai dari berat badan, tinggi badan, hingga kondisi kesehatan secara umum. Dengan begitu, apabila ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan atau masalah kesehatan, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Kami dari Pemerintah Desa Palasari terus mengajak dan mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki balita, agar tidak malas membawa anaknya ke Posyandu. Pemeriksaan kesehatan ini sangat penting untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan berkembang dengan baik,” ujar Ucu kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 11 Oktober 2026.

Ia menegaskan, Posyandu merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, orang tua diharapkan memanfaatkan layanan tersebut secara rutin dan tidak hanya datang ketika anak sedang mengalami sakit.

“Jangan menunggu anak sakit baru dibawa untuk diperiksa. Justru dengan pemeriksaan rutin, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan anak sejak awal. Kalau ada masalah, bisa segera dikonsultasikan kepada petugas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai,” katanya.

Ucu menjelaskan, pemeriksaan kesehatan balita melalui Posyandu yang didukung Puskesmas juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Pemantauan pertumbuhan anak secara berkala dapat membantu mendeteksi lebih awal apabila berat badan atau tinggi badan anak tidak berkembang sesuai usianya.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini. Kita harus memperhatikan pertumbuhan anak, memenuhi kebutuhan gizinya, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan anak mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin. Semua itu membutuhkan perhatian dan kerja sama dari orang tua,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan pemeriksaan balita yang diberikan secara gratis di Posyandu sesuai jadwal pelayanan. Dengan adanya fasilitas tersebut, orang tua diharapkan tidak ragu membawa anak untuk melakukan pemantauan kesehatan.

“Kami ingin masyarakat memanfaatkan pelayanan yang sudah tersedia. Pemeriksaan di Posyandu menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengetahui perkembangan anak sekaligus berkonsultasi mengenai kesehatan dan kebutuhan gizi balita,” jelas Ucu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa apabila ditemukan balita yang mengalami gangguan kesehatan atau menunjukkan tanda-tanda masalah pertumbuhan, kader kesehatan dapat berkoordinasi dengan petugas Puskesmas untuk tindak lanjut sesuai kebutuhan.

“Kalau ada balita yang berat badannya tidak naik, mengalami keluhan kesehatan, atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, jangan dibiarkan begitu saja. Segera sampaikan kepada kader Posyandu atau petugas kesehatan agar bisa ditindaklanjuti. Kita ingin setiap anak mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat,” tegasnya.

Ucu menambahkan, keberhasilan menjaga kesehatan balita tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Peran aktif orang tua dalam memperhatikan pola makan, asupan gizi, kebersihan, imunisasi, dan pemeriksaan berkala juga sangat menentukan.

“Kami berharap seluruh orang tua di Desa Palasari semakin sadar bahwa kesehatan anak adalah investasi masa depan. Jangan sampai kesempatan untuk memeriksakan kesehatan secara rutin tidak dimanfaatkan. Lebih baik kita melakukan pencegahan sejak awal daripada terlambat mengetahui adanya gangguan kesehatan,” tuturnya.

Melalui upaya tersebut, Pemdes Palasari berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu semakin meningkat. Dengan dukungan kader kesehatan, Puskesmas, dan kesadaran orang tua, pemantauan tumbuh kembang balita diharapkan semakin optimal sehingga risiko stunting dan gangguan kesehatan lainnya dapat dicegah sedini mungkin.

“Kami ingin anak-anak di Desa Palasari tumbuh sehat, aktif, dan mendapatkan kesempatan berkembang secara optimal. Mari bersama-sama menjaga kesehatan balita dengan rutin datang ke Posyandu. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi penerus yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Pos terkait