Dituturkan Muhamad Shoddikin, pemerintah desa sudah berkali-kali melaporkan adanya tanggul yang terkikis sebagai ‘biang kerok’ terjadi banjir di jalan itu, bahkan terkadang banjir sampai melanda ratusan rumah warga.
“Tapi sayangnya, belum ada tanggapan dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC2) pada Kementerian PUPR,” ungkapnya.
Sebelumnya, banjir juga telah melanda wilayan tersebut, bahkan hingga merendam permukiman warga di Kampung Kamal, RT 03 RW 05 dan 04 RW 04, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Kejadian ini terjadi pada awal dan pertengahan Bulan Mei 2024 lalu.
“Saya hanya bisa berharap pihak terkait melakukan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul sungai menggunakan betonisasi,” harapannya. (zky)










