“Sekarang baru ada tiga komunitas. Saya ingin harus tambah lagi minimal setiap kecamatan yang dilalui sungai ada dua sampai tiga komunitas,” sambungnya kepada wartawan usai acara Penutupan Peringatan Hari Air Sedunia di aula TB Suwandi, Selasa (23/4/2024).
Tatu mengatakan, setiap komunitas memiliki perannya masing-masing namun saling berkesinambungan. Seperti, komunitas peduli sungai fokus pada bersih-bersih sungai. Komunitas peduli sampah fokus pada sampahnya. Dan komunitas peduli pohon fokus pada penanaman pohonnya.
Kemudian, ketika komunikasi ini sudah bersatu maka langkah selanjutnya mengajak masyarakat. Untuk ikut bersama menjaga kelestarian sungai. Dengan tidak membuang sampah ke sungai.
“Yang paling sulit ini, memang mengharapkan masyarakat tidak buang sampah ke sungai. Tapi kalau kita bersama-sama, saya yakin masyarakat dapat memahaminya. Sehingga, kita akan ajak masyarakat juga untuk ikut bergabung serta memberikan imbauan untuk tidak buang sampah ke sungai,” ujarnya.










