Jarkasih menambahkan, siswa selalu diingatkan. Bahkan saat ujian siswa tidak boleh membawa handphone, kecuali ada ujian yang menggunakan handphone untuk menjawab. Selebihnya, tidak diperbolehkan dan akan di simpan di depan kelas selama kegiatan ujian.
”Ada beberapa mata pelajaran menggunakan handphone untuk menjawab ujian, selebihnya tidak boleh dan kami akan tahan sementara di depan kelas sampai mereka selesai,”paparnya.
Ia menjelaskan, praktek curang terjadi saat UAS, karena itu penentu kenaikan kelas dan juga penentu untuk lulus. Jika siswa melakukan itu, maka dirinya akan menjamin siswa tidak akan lulus ataupun naik kelas.
”Kita tahu kemampuan siswa, maka itu siswa jangan coba-coba untuk melakukan kecurangan. Lebih baik, hasil jawaban dari diri sendiri ketimbang siswa melakukan praktek curang,” tutupnya.
Reporter: Randy Yasetiawan











