Meski harga beras terjadi kenaikan, namun tetap persediaan melimpah dan tidak terjadi kelangkaan.
Selama ini, pihaknya belum bisa melakukan operasi pasar (OP) untuk menstabilkan harga bahan pokok tersebut, karena tidak memiliki anggaran.
“Kami berharap Bulog mendistribusikan beras SPHP agar harga beras bisa kembali normal di pasaran,” ujarnya.
Siti Khaeriyah, seorang ibu rumah tangga di Rangkasbitung mengatakan, bahwa dengan harga beras menembus Rp14.400/kg dan kemungkinan terus terjadi lonjakan sudah sangat menyusahkan.
“Kami berharap pemerintah melakukan OP beras maupun pasar murah agar masyarakat terpenuhi ketersediaan beras dengan harga murah,” tuturnya.
Reporter: Ahmad Fadilah










