RANGKASBITUNG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya menantang Koordonator Wilayah Badan Gizi Nasiobal (Korwil BGN) Kabupaten Lebak membuka siapa preman yang sering mengganggu jalannya program makan bergizi gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lebak.
Hal itu dikatakan Hasbi usai mendengar penjelasan Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Asep Royani, yang mengungkap adanya gangguan-gangguan yang berasal dari pihak eksternal atau preman kepada SPPG, saat rapat koordinasi (Rakor) dan evaluasi program MBG, di Aula Multatuli, Gedung Setda Lebak, Rabu 10 Juni 2026.
“Pak Asep hati-hati, kalau ada preman lapor, suruh ketemu Bupati, (Jangan) mengganggu aja ke MBG, tapi saya mau tahu siapa preman yang dimaksud pak Asep tersebut,” kata Hasbi dihadapan Tim Satgas MBG, yayasan-mitra dan Kepala SPPG se Kabupaten Lebak.
“Emang premannya ada di mana, di daerah mana? Suruh menghadap ke Bupati ya,” sambung Hasbi.
Hasbi minta, SPPG jangan takut kepada preman yang suka mengganggu jalannya program presiden ini. Fokus menjalankan program sesuai aturan.
“Emang premannya ada di mana, di daerah mana? Suruh menghadap ke Bupati ya, urusan preman tinggal lapor ke bupati atau ke polres, kita akan hadapi,” ujarnya.
Saat Hasbi mendesak dan menyebut siapa pihak eksternal yang dianggap mengganggu jalannya MBG, Asep belum mau menyampaikan.
“Mungkin saat ini belum bisa saya sampaikan Pak Bupati. Biasanya intervensi-intervensi kepada SPPG kaitan dengan distribusi dan permintaan-permintaan,” ungkap Asep.(*)
Reporter : A Fadilah











