“Itu seharusnya ke depan saya sendiri harus menjadi bapak angkat dan semua pejabat yang ada di Kota Serang harus menjadi bapak angkat untuk membantu perkembangan anak yang berdampak stunting,” katanya.
Yedi belum bisa menyebutkan jumlah balita stunting di Kota Serang masih tergolong sangat tinggi, sehingga perlu penekanan yang maksimal dari seluruh pihak. “Kalau saya beberapa hari yang lalu waktu hari ibu melihat ada beberapa anak yang mengalami stunting di salah satu kecamatan. Mungkin masih banyak, kemungkinan lebih dari 1000,” ujarnya.
Sementara itu, untuk anggaran penanganan stunting, kata dia, ada pada setiap OPD, tidak terfokus pada Dinas Kesehatan. “Kalau bicara kemiskinan itu saling berhubungan, mangkanya dari mulai pendidikan, kesehatan, semua harus diperhatikan. Jadi, satu dengan yang lain saling beririsan,” ucapnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan ke Bappenas dan ke Direktorat Perumahan PUPR untuk meminta bantuan terkait penanganan rumah tidak layak huni, karena hal tersebut berkolerasi terhadap terjadinya stunting.











