Ribuan Rumah Terendam Banjir Berulang, Kades Cirumpak Desak Kemen PU Bangun Tanggul Sungai Cimanceuri

Sebanyak 1.787 rumah di Desa Cirumpak, Tangerang terendam banjir akibat luapan Sungai Cimanceuri. Kades mendesak Kementerian PU bangun tanggul dan normalisasi. Foto: Dokumentasi Zakky Adnan/bantenekspres.co.id


KRONJO,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pasca banjir besar yang menerjang pada akhir Januari 2026 lalu, warga Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan nyata.

Luapan Sungai Cimanceuri yang terus berulang dinilai menjadi biang keladi penderitaan ribuan warga di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa (Kades) Cirumpak H. Ridwan mengungkapkan, banjir kemarin telah merendam sedikitnya 1.787 rumah di desanya.

Dampak dari bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menyisakan trauma mendalam bagi warga.

“Kejadian banjir ini sudah berulang kali terjadi. Kami sangat berharap pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), Ditjen SDA, dan Kementerian PU dapat memberikan perhatian serius. Solusinya adalah dengan segera membuat tanggul atau turap serta melakukan normalisasi Sungai Cimanceuri,” ujar H. Ridwan, Senin, 25 Mei 2026.

​Banjir yang terjadi di awal tahun 2026 ini menyisakan potret memilukan. Dari ribuan jiwa yang terdampak, banyak di antaranya merupakan kelompok masyarakat rentan, mulai dari balita, ibu hamil, hingga lansia.

Saat banjir mencapai titik tertinggi, keterbatasan tempat pengungsian memaksa warga mencari tempat seadanya untuk bertahan hidup.

Pemandangan memilukan tersaji di sepanjang jalan desa, di mana warga terpaksa tidur berjajar di atas beton jalan yang dingin demi menghindari air.

​Ganasnya luapan Sungai Cimanceuri nyatanya tidak hanya melumpuhkan Desa Cirumpak di Kecamatan Kronjo. Di tempat lain, sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan ini juga merendam permukiman warga di sejumlah wilayah di Kecamatan Kemiri dan Kecamatan Rajeg.

Kondisi banjir yang meluas di tiga kecamatan ini mempertegas bahwa penanganan Sungai Cimanceuri sudah masuk dalam skala prioritas darurat.

Warga Kabupaten Tangerang kini hanya bisa berharap komitmen Kementerian PU dan pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan normalisasi agar jeritan warga saat musim hujan tidak kembali terulang. (*)

 

Pos terkait