LEGOK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Bentuk kepedulian terhadap masyarakat ditunjukkan Kepala Desa Caringin Supriyadi, Kecamatan Legok, dengan mendatangi rumah salah seorang warga yang meninggal dunia di wilayah RT 03 RW 05 untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran Supriyadi di tengah keluarga yang sedang berduka tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat. Selain menyampaikan ucapan belasungkawa, kunjungan tersebut juga menjadi wujud kedekatan seorang pemimpin dengan warga yang dipimpinnya.
Dalam kesempatan tersebut, Supriyadi menyampaikan bahwa seorang kepala desa tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk ketika ada warga yang mengalami musibah.
“Sudah menjadi kewajiban kita sebagai pemerintah desa untuk selalu dekat dengan masyarakat. Bukan hanya hadir ketika ada kegiatan pembangunan atau acara pemerintahan, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat sedang mengalami kesulitan maupun musibah,” ujar Supriyadi kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 28 Oktober 2026.
Menurutnya, kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan bagaimana seorang pemimpin bisa membangun hubungan kekeluargaan, kepedulian, dan kebersamaan dengan masyarakat.
“Seorang kepala desa dipilih oleh masyarakat, sehingga sudah sepatutnya kita bisa dekat dengan masyarakat. Jangan sampai ada jarak antara pemerintah desa dengan warga. Apa pun kondisinya, selama kita bisa hadir dan memberikan perhatian, tentu itu menjadi bagian dari tanggung jawab moral sebagai pemimpin,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, kehadiran pemerintah desa dalam suasana duka diharapkan dapat memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, perhatian dan kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui kehadiran dan doa.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Pemerintah desa adalah bagian dari keluarga besar masyarakat Caringin. Ketika ada warga yang tertimpa musibah, sudah sepatutnya kami datang untuk menyampaikan rasa duka dan memberikan dukungan kepada keluarga,” tambahnya.
Supriyadi turut menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh amal ibadahnya diterima, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.
“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Desa Caringin turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, keikhlasan, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya.
Ia berharap nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong terus terjaga di tengah masyarakat Desa Caringin. Sebab, menurutnya, kekuatan sebuah lingkungan tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kepedulian antarsesama warganya.
“Semangat saling peduli dan saling membantu harus terus kita jaga. Karena pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat. Dengan kebersamaan dan rasa kekeluargaan, kita bisa membangun Desa Caringin menjadi lingkungan yang harmonis dan penuh kepedulian,” pungkasnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan










