SMPN 10 Kota Tangerang Targetkan Juara di Lomba Sekolah Literasi

SMPN 10 Kota Tangerang tengah dilakukan penilaian gerakan sekolah literasi oleh petugas DPAD Kota Tangerang, Rabu, 28 Oktober 2026.

CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID — SMP Negeri 10 Kota Tangerang resmi menjadi sekolah pertama yang menjalani proses penilaian dalam ajang Lomba Sekolah Literasi yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Aset Daerah (DPAD) Kota Tangerang.

Humas SMPN 10 Kota Tangerang, Muniroh menyampaikan, penilaian lomba sekolah literasi yang dilakukan petugas dari DPRD Kota Tangerang telah rampung dilaksanakan, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah petugas dari DPRD hari ini sudah menyelesaikan penilaian. Ada 34 indikator, aspek yang dinilai meliputi ketersediaan sarana dan prasarana seperti perpustakaan, pojok baca di setiap ruang kelas, hingga penyelenggaraan acara unjuk bakat siswa,” kata Muniroh saat ditemui, Rabu, 18 Oktober 2026.

“Kebetulan SMPN 10 menjadi sekolah yang pertama dilakukan penilaian,” sambungnya.

Muniroh mengungkapkan, keikutsertaan SMPN 10 tahun ini merupakan bentuk evaluasi dan komitmen setelah sempat belum berhasil pada ajang serupa tahun lalu. Berdasarkan evaluasi tersebut, pihak sekolah telah melengkapi berbagai indikator penilaian yang dipersyaratkan. Tim penilai, kata Muniroh, menyebutkan adanya banyak peningkatan yang signifikan pada fasilitas dan program literasi di sekolah ini.

Ia menyebutkan, SMPN 10 Kota Tangerang memiliki sejumlah program rutin dalam upaya menumbuhkan minat baca. Setiap hari Selasa, sekolah secara konsisten menggelar kegiatan literasi khusus. Selain itu, setiap hari sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, seluruh siswa diwajibkan membaca buku selama 15 menit, yang juga diisi dengan kegiatan seperti menghafal materi yang telah dipelajari.

Dia menegaskan, bahwa esensi dari keikutsertaan dalam lomba ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan upaya berkelanjutan untuk menghidupkan kembali budaya membaca di lingkungan sekolah. Budaya ini tidak hanya diwajibkan bagi para siswa, tetapi juga menuntut seluruh guru untuk turut serta memberikan teladan.

“Jadi harapannya, melalui program Gerakan Sekolah Literasi ini, para guru terlebih para siswa dapat mengelola dan memahami informasi dengan baik,” jelasnya.

Muniroh memaparkan, gerakan literasi ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan murid dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Mengingat kemampuan literasi erat kaitannya dengan keterampilan memahami, meneliti, dan menerapkan, penguatan ini sangat penting. Ia menyebut poin penting dari gerakan literasi khususnya di SMPN 10 Kota Tangerang sebagai upaya membangun kesadaran siswa akan pentingnya membaca untuk mendukung pembelajaran yang efektif. Kemudian, gerakan literasi ini untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan jiwa kepemimpinan siswa.

“Gerakan literasi ini juga dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam mengelola pojok baca di kelas. Menjadikan kegiatan literasi sebagai budaya positif di sekolah, sekaligus menumbuhkan budi pekerti dan kepribadian yang baik,” paparnya

Muniroh berharap, melalui gerakan literasi yang masif dan kerja sama yang baik dari semua pihak, dapat mencetak sumber daya manusia serta karakter bangsa yang unggul.(*)

 

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait