Timnas Indonesia Realistis Juara, Singapura Ujian Awal

JAKARTA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Timnas Indonesia dinilai cukup realistis juara FIFA ASEAN Cup, karena berstatus tuan rumah. Pengamat sepakbola Kusnaeni menyebut target itu cukup ambisius, tetapi sesungguhnya juga masuk akal.

Di akun Youtube @BlindSpotby Kusnaeni mengatakan Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Singapura dan Malaysia, yang ditemani Bangladesh. Delapan tim Divisi 1 dibagi dua grup, sehingga hanya juara grup menembus final.

Bacaan Lainnya

Kusnaeni menilai peluang menang besar, karena kejuaraan ini masuk kalender resmi FIFA. Analisis itu membuat Timnas Indonesia difavoritkan, meskipun Singapura tetap merepotkan sebagai lawan pertama.

Mengapa Timnas Indonesia Dinilai Realistis Menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026?

“Indonesia menjadi tuan rumah, sehingga para pemain jauh lebih mengenal lapangan pertandingan,” ulasnya. Dukungan penonton juga diprediksi masif, karena laga melawan Singapura digelar di Jakarta.

Kata Kusnaeni, peringkat FIFA Indonesia menjadi yang tertinggi di grup, jika dibandingkan tiga lawannya. Kusnaeni mencatat Indonesia berperingkat 118, sedangkan Singapura kini berada di posisi 148.

“Turnamen ini masuk kalender FIFA, sehingga semua negara bisa memanggil pemain terbaik. Kondisi itu berbeda dengan Piala AFF lalu, yang membuat banyak pemain Eropa absen,” lanjut Kusnaeni.

Hanya juara grup yang lolos ke final, sehingga setiap pertandingan sangat penting. Kusnaeni menekankan laga pertama krusial, karena fokus dulu harus tertuju pada Singapura.

Indonesia biasanya sulit tampil terbaik di laga pertama, yang menjadi masalah langganan. Ia berharap Garuda langsung tancap gas, sehingga tiga poin bisa diamankan sejak awal.

Ambisi Timnas Indonesia juara akan terasa jauh, jika langkah pertama justru terpeleset. Target juara sebaiknya dilupakan sejenak, sehingga skuad benar-benar fokus pada laga perdana.

Kusnaeni menyebut Singapura bukan lawan mudah, meskipun peringkat FIFA mereka jauh di bawah. Ketenangan dan efektivitas menjadi kunci, karena lawan gemar bertahan dengan sangat disiplin.

Ilhan Fandi menjadi striker andalan Singapura, yang wajib diwaspadai oleh pertahanan Garuda. Menurut Kusnaeni ia mencetak gol Singapura di Piala AFF, sehingga Indonesia gagal menang.

Ia kuat melindungi bola, yang didukung kemampuan duel satu lawan satu cukup baik. Pemain klub Lion City itu berada di usia emas, sehingga kualitasnya sedang matang.

Ia sudah mencetak 10 gol dari 30 laga, yang membuatnya andalan Gavin Lee. Faris Ramli masih ada sebagai striker senior, tetapi Ilhan lebih diandalkan pelatih.

Pertahanan Garuda harus rapat menjaganya, karena satu kesalahan bisa langsung berbuah gol. Bek harus menang duel satu lawan satu, sehingga suplai bola ke Ilhan terputus.

Skuad Singapura ngotot dan kolektif, sehingga Timnas Indonesia wajib sabar membongkar pertahanan. Kusnaeni menilai kedisiplinan itu ciri utama mereka, yang merendam serangan berbahaya Indonesia.

Singapura tak terkalahkan di fase grup Piala AFF, karena tiga lawannya gagal menang. Mereka akhirnya disingkirkan Thailand di semifinal, meskipun sempat menang di kandang Thailand.

Indonesia menguasai laga dan banyak peluang, tetapi Singapura mampu menahan imbang 1-1. Thom Haye kesulitan mengirim umpan matang kepada Mitchell Baker, sehingga gol sulit tercipta.

Ragnar Oratmangoen sempat membawa Indonesia unggul, tetapi Singapura menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hasil itu menggagalkan harapan semifinal, sehingga laga sekarang terasa seperti kesempatan balas dendam.

Kusnaeni memprediksi Herdman memakai formasi 3-4-3, karena banyak pemain reguler kembali bergabung. Emil Audero diprediksi menjadi kiper utama, karena kepercayaan dirinya sedang sangat tinggi.

Maarten Paes tetap menjadi opsi berkualitas, sehingga rotasi kiper mungkin terjadi selama turnamen. Audero tampil bagus di dua laga bersama Rayo Vallecano, yang menambah percaya dirinya.

Lini belakang Timnas Indonesia dipimpin Baggott sebagai jangkar, yang diapit Ridho dan Hubner. Jay Idzes dan Yakob Sayuri absen karena cedera, tetapi pilihan pemain tetap melimpah.

Kevin Diks diprediksi mengisi wingback kanan, sedangkan Calvin Verdonk mengincar sisi kiri. Joey Pelupessy dipercaya menjaga kedalaman lini tengah, sementara Thom Haye menjadi pengatur serangan.

Ole Romeny hampir pasti tampil, karena telah mencetak enam gol dari sepuluh laga. Mitchell Baker bisa jadi target man, karena mencetak empat gol dalam empat laga.

Ragnar berpeluang main di sayap kiri, sementara Diks naik turun di sisi kanan. Skema itu membuat Herdman tak perlu sayap kanan murni, karena Diks aktif naik.

Dean James bisa jadi bek kiri atau sayap kiri, tetapi Ragnar lebih diprioritaskan. Kusnaeni yakin Ragnar lebih dulu bermain, karena pernah mencetak gol ke gawang Singapura.

Formasi 4-2-3-1 menempatkan Diks sebagai bek kanan, sedangkan Hubner mengisi bek kiri. Kusnaeni yakin kedua skema memperkuat daya gedor, sehingga peluang mengalahkan Singapura semakin besar.

Kusnaeni menilai Indonesia lebih diunggulkan, karena kualitas pemain dan dukungan tuan rumah. Singapura tetap berbahaya, tetapi ketajaman Garuda diyakini lebih baik dibanding Piala AFF.

Peluang Timnas Indonesia menang besar, jika lini depan efektif memanfaatkan peluang sejak awal. Prediksi ini bersifat analisis, sehingga hasil akhir tetap ditentukan performa di lapangan. (*)

Pos terkait