Musdes Bantuan Keuangan Provinsi 2026, Desa Cangkudu Dorong Pembangunan Partisipatif

MUSDES : Desa Cangkudu, melakukan rapat Musdes membahas anggaran bantuan provinsi tahun 2026 untuk pembangunan. Randy/Bantenekspres.co.id

BALARAJA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, akan melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) terkait Bantuan Keuangan Provinsi kepada Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2026.

 

Bacaan Lainnya

Musyawarah tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembangunan desa, khususnya untuk memastikan penggunaan bantuan keuangan dapat dibahas secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

 

Kepala Desa Cangkudu Abdullah mengatakan, Musdes menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi antara pemerintah desa, BPD, serta masyarakat dalam menentukan arah pembangunan yang akan dilaksanakan.

 

“Musyawarah ini penting karena pembangunan desa tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah desa. Kami membutuhkan masukan, aspirasi dan dukungan dari masyarakat,” ujar Abdullah kepada Bantenekspres.co.id, Senin 21 September 2026.

 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar program pembangunan yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

 

“Kami ingin setiap program yang direncanakan memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat. Karena itu, aspirasi dari masyarakat menjadi salah satu bahan penting dalam pembahasan,” katanya.

 

Abdullah menegaskan, Pemerintah Desa Cangkudu berkomitmen menjalankan pengelolaan bantuan keuangan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

“Prinsipnya kami ingin semuanya terbuka. Masyarakat harus mengetahui bagaimana proses perencanaan pembangunan dilakukan dan untuk kepentingan apa anggaran tersebut digunakan,” jelasnya.

 

Ia juga berharap, Musdes dapat menghasilkan kesepakatan bersama mengenai program yang akan menjadi prioritas pembangunan Desa Cangkudu.

 

“Jangan sampai ada pembangunan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui musyawarah, kita bisa melihat mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang harus diprioritaskan,” ungkapnya.

 

Abdullah menjelaskan, pembangunan desa membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak. Pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur masyarakat lainnya diharapkan dapat bersama-sama mengawal proses pembangunan.

 

“Semua unsur memiliki peran. Pemerintah desa menjalankan program, BPD ikut mengawal, dan masyarakat memberikan masukan sekaligus mengawasi. Kalau semuanya berjalan bersama, pembangunan akan lebih baik,” tuturnya.

 

Menurut Abdullah, semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi Desa Cangkudu dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

 

“Kami terus mengedepankan semangat Cangkudu Akur Sadulur. Artinya, kita ingin membangun desa dengan kebersamaan, saling mendukung dan menjaga komunikasi,” katanya.

 

Ia berharap, bantuan keuangan provinsi yang diterima Pemerintah Desa Cangkudu nantinya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung kemajuan desa.

 

“Harapan kami tentu bantuan ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Pembangunan yang dilakukan harus bisa dirasakan manfaatnya dan ikut meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait