TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID — SDN Kedaung Agung I Tigaraksa terus memperkuat pembinaan karakter siswa sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SDN Kedaung Agung I Tigaraksa Susi Budiastuti mengatakan, pendidikan karakter menjadi salah satu perhatian sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang siswa. Menurutnya, pembentukan karakter perlu dilakukan sejak dini dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar.
“Pembinaan karakter terus kami lakukan kepada siswa. Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki sikap yang baik, mandiri, disiplin dan bertanggung jawab,” ujar Susi kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 15 September 2026.
Ia menjelaskan, pembiasaan karakter dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana yang diterapkan dalam keseharian siswa di sekolah. Salah satunya dengan membangun kemandirian dalam belajar sehingga siswa terbiasa menyelesaikan tugas dan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab.
“Kemandirian itu penting. Anak-anak kami biasakan untuk berusaha menyelesaikan tugasnya sendiri, belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak selalu bergantung kepada orang lain,” katanya.
Selain kemandirian, sekolah juga terus menanamkan kebiasaan belajar yang positif. Siswa didorong untuk membiasakan diri membaca, menghafal dan menulis sebagai bagian dari aktivitas belajar sehari-hari.
“Kami membangun kebiasaan belajar secara bertahap. Membaca, menulis dan menghafal menjadi kegiatan yang terus kami dorong agar anak-anak memiliki kebiasaan belajar yang baik,” jelasnya.
Menurut Susi, kebiasaan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga melatih ketekunan, konsentrasi dan rasa percaya diri dalam mengikuti pembelajaran.
“Kalau anak sudah terbiasa belajar, membaca dan menulis, tentu akan membantu mereka dalam mengikuti pelajaran. Yang paling penting adalah bagaimana kebiasaan baik itu bisa terbawa dalam kehidupan mereka,” tuturnya.
Pendidikan karakter juga diwujudkan melalui pembiasaan disiplin di lingkungan sekolah. Siswa diajarkan untuk mematuhi aturan, menghargai waktu, menjaga ketertiban serta menjalankan kewajiban sebagai seorang pelajar.
“Disiplin harus dibiasakan sejak kecil. Kami mengajarkan anak-anak untuk memahami bahwa setiap aturan dibuat untuk kebaikan bersama,” ungkap Susi.
Ia menambahkan, rasa tanggung jawab juga menjadi karakter yang terus ditanamkan kepada siswa. Setiap anak diberikan pemahaman bahwa mereka memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam menjaga lingkungan sekolah.
“Kami ingin anak-anak memahami tanggung jawabnya. Ketika diberikan tugas, harus diselesaikan. Ketika memiliki kewajiban di sekolah, harus dijalankan. Dari hal-hal kecil seperti itu karakter tanggung jawab akan tumbuh,” katanya.
Susi menilai, pembentukan karakter membutuhkan proses dan konsistensi. Karena itu, sekolah berupaya memberikan contoh dan pembiasaan secara terus-menerus agar nilai-nilai positif tersebut menjadi bagian dari perilaku siswa.
“Karakter tidak bisa dibentuk hanya dalam satu atau dua kegiatan. Harus dilakukan terus-menerus melalui pembiasaan dan keteladanan dari guru,” ujarnya.
Ia berharap, pembinaan yang dilakukan di sekolah dapat membentuk siswa SDN Kedaung Agung I Tigaraksa menjadi generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus berkarakter kuat.
“Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki kebiasaan belajar yang baik. Karakter tersebut akan menjadi bekal penting bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan dan menghadapi kehidupan di masa depan,” pungkasnya. (*)











