TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam Liga Santri Wali Kota Cup 2026 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Jumat 4 Agustus 2026.
Turnamen tersebut resmi dibuka Wali Kota Tangerang Sachrudin di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang. Kompetisi ini tidak hanya diarahkan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan, silaturahmi, serta penjaringan bibit pesepakbola dari kalangan santri.
Sachrudin mengatakan, Liga Santri Wali Kota Cup telah menjadi agenda yang konsisten digelar Pemkot Tangerang sejak 2022. Menurutnya, keberadaan turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui olahraga.
“Liga Santri bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan piala dan gelar juara saja, tetapi juga bagian dari pembinaan generasi muda yang memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kerja keras, dan mampu bangkit ketika jatuh,” ujar Sachrudin, Jumat (4/9).
Ia menegaskan, para santri diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi dan berprestasi di berbagai bidang.
“Menang adalah prestasi, tapi menjaga ukhuwah adalah kemenangan yang sesungguhnya. Nikmati setiap proses dan jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk belajar dan berkembang,” katanya.
Sachrudin menambahkan, Pemkot Tangerang berkomitmen memberikan ruang dan dukungan terhadap pengembangan potensi santri. Selain olahraga, pemerintah juga mendorong keterampilan, literasi digital hingga kemandirian ekonomi melalui program santripreneur.
Ia berharap dari kompetisi tersebut dapat lahir pemain-pemain potensial yang nantinya mampu berkiprah di level yang lebih tinggi.
“Pemimpin masa depan itu anak muda sekarang, kalian di antaranya. Tidak menutup kemungkinan ke depan ada walikotanya dari santri yang ada di pesantren-pesantren di Kota Tangerang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2026 Kota Tangerang Zaenal Muttaqin mengatakan, kompetisi tahun ini diikuti 32 tim dengan format sistem gugur.
Pertandingan penyisihan akan berlangsung di sejumlah stadion di Kota Tangerang, di antaranya wilayah Cipondoh dan Ciledug. Sementara pertandingan pembukaan dan partai final dipusatkan di Stadion Benteng Reborn.
“Kita sampai di final tanggal 18. Dari sekarang nanti pelaksanaan penyisihannya di stadion-stadion yang ada di Kota Tangerang, di antaranya di Cipondoh dan di Ciledug,” kata Zaenal.
Menurut Zaenal, Liga Santri Wali Kota Cup pada dasarnya terbuka secara nasional. Tim dari berbagai daerah diperbolehkan mengikuti kompetisi tersebut. Namun, keterbatasan biaya operasional menjadi salah satu kendala bagi pesantren dari luar daerah untuk berpartisipasi.
“Sebetulnya ini Liga Santri tingkat nasional. Siapa saja boleh ikut, yang dari mana saja boleh ikut. Cuma terkadang pesantren-pesantren di daerah itu terkendala dana, karena enggak semua pemerintah daerah mensupport,” jelasnya.
Dia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap kompetisi santri dapat diperluas. Dengan dukungan tersebut, menurutnya, proses penjaringan talenta sepak bola dari kalangan santri bisa semakin optimal.
“Harapan kita itu bahwa Kota Tangerang sudah memulai, agar ini lebih menggema di tingkat nasional dan perekrutan bibit-bibit dari santri ini bisa terjaring,” ujarnya.
Zaenal menuturkan, pengalaman penyelenggaraan sebelumnya menunjukkan Liga Santri juga mampu menjadi pintu bagi pemain berbakat untuk melanjutkan karier sepak bola. Beberapa pemain dari kompetisi sebelumnya bahkan direkrut untuk memperkuat tim-tim lain.
“Tidak semuanya satu tim. Paling ada beberapa pemain yang bagus yang ikut tim-tim yang lain,” pungkasnya. (*)











