Kecamatan Cisoka Koordinasikan Perubahan Desil Warga Penerima Bedah Rumah

BEDAH RUMAH : Kecamatan Cisoka akan membantu warga yang datang desilnya berubah akibat menerima bantuan bedah rumah. Randy/Bantenekspres.co.id

 

CISOKA,BANTENEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Kecamatan Cisoka tengah melakukan koordinasi dengan pihak terkait menyikapi adanya perubahan data desil sejumlah warga yang sebelumnya tercatat sebagai penerima program bantuan bedah rumah.

Bacaan Lainnya

Perubahan status desil tersebut menjadi perhatian karena dapat berpengaruh terhadap sejumlah program bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kondisi ini juga memunculkan aduan dari masyarakat yang merasa setelah mendapatkan program bedah rumah, status desil mereka mengalami perubahan.

Camat Cisoka Supriyadi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait perubahan desil tersebut. Menurutnya, perubahan kondisi rumah setelah mendapatkan program bedah rumah dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian dalam pemutakhiran data.

“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyikapi adanya masyarakat yang menyampaikan aduan mengenai perubahan desil setelah mendapatkan program bedah rumah,” ujar Supriyadi kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 2 September 2026.

Ia menjelaskan, data desil tidak bersifat permanen dan dapat mengalami perubahan berdasarkan kondisi serta indikator yang digunakan dalam proses pemutakhiran data. Salah satu hal yang dapat terlihat adalah kondisi tempat tinggal masyarakat.

“Ketika rumah masyarakat sudah diperbaiki melalui program bedah rumah, tentu secara fisik akan terlihat lebih baik. Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu hal yang terbaca dalam proses pemutakhiran data,” katanya.

Namun demikian, Supriyadi menegaskan bahwa pihak kecamatan tidak ingin masyarakat yang memang masih membutuhkan bantuan justru kehilangan akses terhadap program pemerintah hanya karena adanya perubahan data yang belum sesuai dengan kondisi sosial ekonomi mereka.

“Kalau memang ada warga yang setelah mendapatkan bedah rumah kemudian desilnya berubah dan itu berdampak terhadap bantuan yang seharusnya masih mereka dapatkan, tentu akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Menurut Supriyadi, pengaduan masyarakat menjadi salah satu bahan penting bagi pemerintah untuk melakukan pengecekan kembali terhadap kondisi warga di lapangan.

“Kami tidak hanya melihat data. Kalau ada pengaduan dari masyarakat, kami akan koordinasikan dan melakukan pengecekan sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

Ia berharap, masyarakat yang mengalami persoalan terkait perubahan desil dapat menyampaikan informasi kepada pemerintah desa maupun kecamatan sehingga dapat diteruskan kepada pihak yang berwenang.

“Silakan masyarakat menyampaikan aduannya. Jangan sampai masyarakat hanya menerima informasi bahwa desilnya berubah, tetapi tidak mengetahui harus melakukan apa,” ujarnya.

Supriyadi menambahkan, pemerintah pada prinsipnya berupaya memastikan program bantuan tepat sasaran. Karena itu, pembaruan data perlu dilakukan secara berkala agar kondisi masyarakat yang sebenarnya dapat tercermin dalam data.

“Kami ingin data yang digunakan pemerintah benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat. Kalau memang ada perubahan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, tentu harus ada mekanisme untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Selain persoalan desil, Supriyadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam judi online maupun menggunakan pinjaman online secara tidak bijak.

Ia menilai, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan persoalan ekonomi keluarga dan pada kondisi tertentu dapat berdampak terhadap akses masyarakat terhadap program bantuan pemerintah.

“Kami mengimbau masyarakat jangan sampai terlibat judi online. Jangan mencari keuntungan dengan cara seperti itu karena dampaknya bisa sangat merugikan diri sendiri dan keluarga,” kata Supriyadi.

Ia juga meminta masyarakat berhati-hati terhadap pinjaman online, terutama apabila digunakan tanpa mempertimbangkan kemampuan untuk membayar.

“Pinjaman online juga harus dihindari kalau memang tidak diperlukan. Jangan sampai karena ingin mendapatkan uang cepat, akhirnya masyarakat terlilit masalah dan kondisi ekonominya semakin berat,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait