SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Serang Budi Rustandi buka suara terkait rencana relokasi SMP Negeri 4 Kota Serang dari Jalan Juhdi ke kawasan Ciracas. Ia menegaskan, rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan bukan semata-mata untuk menyediakan lahan parkir di kawasan Royal Baroe dan Pasar Lama.
Budi mengatakan, salah satu pertimbangan relokasi adalah kondisi SMPN 4 yang dinilai sudah kurang ideal. Saat ini, satu ruang kelas bahkan dapat diisi hingga 45 siswa.
“Satu ruang kelas diisi 45 siswa, itu sudah berjempetan. Tempatnya juga sudah tidak cukup untuk parkir dan lain-lain,” ujar Budi.
Menurutnya, Pemkot Serang justru berencana menjadikan SMPN 4 sebagai sekolah unggulan melalui program Serang Cerdas. Sekolah tersebut nantinya akan dipindahkan ke kawasan Ciracas yang telah disiapkan pemerintah.
Di lokasi tersebut terdapat lahan sekitar dua hektare yang sebelumnya telah menghabiskan anggaran sekitar Rp11 miliar pada tahun 2000-an. Budi menilai aset tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan tidak dibiarkan terbengkalai.
“Saya menginginkan agar aset tersebut bisa bermanfaat dan dikelola Pemerintah Kota Serang untuk dijadikan sekolah unggulan. Percontohannya nanti SMP Negeri 4,” katanya.
Budi menyebut pembangunan fasilitas sekolah unggulan di lokasi tersebut direncanakan pada 2027. Akses menuju sekolah juga akan ditata, termasuk rencana pelebaran jalan dengan membebaskan sejumlah lahan.
Ia menilai lokasi baru lebih mendukung kegiatan belajar karena berada agak masuk dari jalan utama dan tidak berada langsung di tengah kawasan perdagangan.
Sementara itu, gedung SMPN 4 di Jalan Juhdi memang direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai gedung parkir. Fasilitas tersebut akan menunjang penataan kawasan Royal Baroe dan pengembangan Pasar Lama sebagai sentra ekonomi baru.
Menurut Budi, pemanfaatan gedung lama juga dapat memberikan potensi pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu dinilai lebih baik daripada aset yang telah dibangun menggunakan APBD justru kembali terbengkalai.
“Jangan sampai ada aset negara yang dikeluarkan dari anggaran APBD, kemudian menjadi sia-sia atau tidak memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Namun, Budi menegaskan keputusan relokasi belum final. Pemkot masih mengkaji dampak dan manfaat dari seluruh opsi yang ada. “Kebijakan pasti ada pro dan kontranya. Saya melihat nanti kebermanfaatannya yang lebih banyak yang mana,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat tidak salah memahami rencana tersebut. Menurut Budi, pendidikan tetap menjadi prioritas Pemkot Serang.
Budi menilai kondisi Jalan Juhdi yang semakin padat dengan aktivitas perdagangan dan kendaraan juga menjadi pertimbangan. Ia khawatir lingkungan tersebut semakin kurang ideal bagi siswa jika kawasan terus berkembang menjadi pusat keramaian.
Ia memastikan keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan hasil kajian pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kepentingan siswa, masyarakat serta optimalisasi aset Pemkot Serang. (*)





