Usia Produktif Dominasi Pasien Cuci Darah Di RSUD Dr Drajat Prawiranegara Serang, Pola Hidup Tidak Sehat Jadi Pemicu

Direktur RSUD Dr Drajat Prawiranegara Serang dr Rachmat Setiadi, saat menyampaikan sambutan pada acara HUT ke-88 RSUD Dr Drajat Prawiranegara Serang, di kantornya pada Kamis 20 Agustus 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

 

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Drajat Prawiranegara Serang, menyebutkan usia produktif yang menjadi pasien terapi cuci darah atau hemodialisis, dalam dua sampai tiga tahun belakangan ini trendnya kian meningkat.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat seharusnya kelompok usia produktif ini berada, dalam kondisi kesehatan yang harus prima untuk menunjang aktivitas sehari-harinya.

Direktur RSUD Dr Drajat Prawiranegara Serang dr Rachmat Setiadi mengatakan, trend pasien gagal ginjal kronis saat ini tidak lagi didominasi oleh lanjut usia atau lansia, melainkan banyak juga ditemukan pada usia 20 hingga 40 tahun.

Sehingga pihaknya akan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat, terkait dengan pencegahan serta penerapan pola hidup yang sehat agar terhindar dari gagal ginjal.

“Biasanya kan pasien yang cuci darah itu usianya sudah lansia, tapi sejak dua sampai tiga tahun ini trendnya berubah menjadi usia 20 sampai 40 tahun, padahal ini usia produktif tapi harus cuci darah. Kita akan mengadakan edukasi ke sekolah dan masyarakat, agar mereka bisa menerapkan pola hidup yang sehat supaya terhindar dari gagal ginjal,” katanya kepada wartawan di kantornya, Kamis 20 Agustus 2026.

Rachmat Setiadi mengatakan, maraknya usia produktif melakukan cuci darah ini diduga kuat, berkaitan dengan pola hidup tidak sehat yang semakin marak di tengah masyarakat.

Menurutnya kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor utama yang memicu kerusakan fungsi ginjal.

Selain itu, gaya hidup instan seperti konsumsi minuman manis berlebihan, dan kurangnya asupan air putih juga memperparah kondisi tersebut.

“Faktor makanan dan minuman yang tidak sehat menjadi faktor utama terjadinya gagal ginjal, maka empat sehat lima sempurna itu penting untuk diterapkan terutama buat anak-anak di usia produktif,” ujarnya.

Dikatakan Rachmat Setiadi, permintaan untuk terapi cuci darah di RSUD Dr Drajat Prawiranegara Serang, dalam dua harinya bisa mencapai ratusan pasien yang berasal dari berbagai daerah seperti Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, dan lainnya.

“Bukan hanya orang Kabupaten Serang saja yang datang cuci darah, tapi luar daerah pun datang ke sini, dalam dua hari saja itu sudah ada sekitar 200 sampai 300 pasien cuci darah,” ucapnya.

Untuk itu, kata Rachmat Setiadi, pihaknya sudah menambahkan 10 mesin Hemodialisis baru, yang kini menjadi 40 unit dari sebelumnya hanya 30 unit.

Penambahan ini dilakukan seiring dengan banyak permintaan cuci darah, maka ditambahkannya mesin baru agar penanganannya bisa cepat dan merata.

“Petugas kita bagi menjadi dua shift pagi dan sore, setiap hari buka kecuali Minggu pelayanan cuci darah libur, dan setiap hari juga penuh,” tuturnya. (*)

 

Pos terkait