SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat, ada 76 kasus warga terkena Human Immunodeficiency Virus (HIV), yang ditemukan dari periode Januari hingga Juni 2026.
Puluhan warga terkena HIV mayoritas kasusnya didominasi kelompok lelaki suka lelaki (LSL), yang merupakan pola hubungan penyimpangan seksual menjadikan salah satu faktor utama penyebaran virus tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kabupaten Serang Istianah Hariyanti mengatakan, banyaknya kasus tersebut tidak lepas dari perilaku seksual berisiko, yang masih terjadi di masyarakat khususnya pada kelompok LSL.
Pihaknya tidak memiliki data pasti berapa banyak kelompok LSL di Kabupaten Serang, sebab dirinya hanya menangani orang yang sudah terkena HIV dan Aids untuk diberikan pengobatan.
“Salah satu penyakit yang kita tangani itu adalah HIV dan Aids, yang kita periksa delapan kelompok masyarakat yaitu empat kelompok risiko tinggi dan empat lainnya dalam rangka pencegahan. Akan ketahuan jika mereka memeriksa kesehatan, jadi kami tidak tahu berapa banyak kelompoknya,” katanya kepada wartawan melalui telepon seluler, Rabu 8 Juli 2026.
Istianah mengatakan, empat kelompok risiko tinggi HIV dan Aids yaitu LSL, waria, pekerja seks komersial, dan pemakai narkoba suntik, namun yang paling mendominasi dari kelompok LSL.
Mereka yang terkena HIV itu tidak bisa sembuh, hanya bisa dikendalikan virusnya melalui pengobatan seumur hidupnya, supaya tidak menjadi sumber penularan dan kualitas hidupnya menjadi lebih baik.
“Ada obatnya namanya ARV, terapi utama untuk mengendalikan virus HIV, meskipun tidak bisa menyembuhkan namun bisa memperlambat reproduksi virus. Sehingga kualitas hidupnya bisa meningkat dan risiko penularan dikurangi,” ujarnya.
Dikatakan Istianah, seseorang bisa menyimpan perilaku seksualnya karena berbagai macam faktor, yang paling mendominasi yaitu faktor dari lingkungannya yang membawa pengaruh negatif ke kehidupannya.
Perilaku menyimpang seperti ini bisa disembuhkan, tergantung dari orangnya apakah mau merubah atau tidak, namun apabila sudah terkena HIV dan Aids tentunya tidak akan bisa disembuhkan.
“Ada banyak faktor lah seseorang bisa berubah perilakunya, mungkin karena trauma masa kecil itu bisa mempengaruhi namun yang paling utama yaitu faktor lingkungan. Perilakunya bisa saja sembuh kalau dia mau merubahnya, tapi kalau sudah terkena HIV itu tentunya tidak akan pernah sembuh,” ucapnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar











