TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Program Desa Mandiri Pangan yang dijalankan Pemerintah Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan perkembangan yang positif. Sejak diluncurkan pada 2024, program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan ketahanan pangan, tetapi juga berhasil menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat.
Berbagai komoditas pertanian yang dibudidayakan masyarakat di kawasan Desa Mandiri Pangan kini mampu memberikan nilai ekonomi. Hasil panen yang dikelola warga menjadi sumber pendapatan tambahan, sehingga keberadaan program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, kawasan Desa Mandiri Pangan juga mengalami perkembangan yang signifikan. Selain menjadi lahan produktif pertanian, lokasi tersebut kini mulai dikenal sebagai agrowisata yang kerap dikunjungi tamu dari berbagai daerah untuk melihat secara langsung pengelolaan pertanian yang dilakukan masyarakat Desa Sodong.
Kepala Desa Sodong, Dony Bambang Priyangga, mengatakan keberhasilan program Desa Mandiri Pangan merupakan hasil kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, serta dukungan dari Pemerintah Kecamatan Tigaraksa dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Desa Mandiri Pangan bukan sekadar program seremonial. Kami ingin membangun kemandirian masyarakat melalui sektor pertanian. Alhamdulillah, sekarang hasilnya sudah mulai dirasakan. Warga bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperoleh penghasilan dari hasil pertanian yang mereka kelola,” ujar Dony kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 7 Juli 2026.
Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi salah satu faktor utama keberhasilan program tersebut. Warga kini semakin antusias memanfaatkan lahan yang tersedia untuk ditanami berbagai komoditas yang memiliki nilai jual.
“Kami ingin masyarakat memiliki semangat untuk terus berkarya. Ketika lahan dimanfaatkan secara maksimal, hasilnya bukan hanya menciptakan ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Dony menjelaskan, kawasan Desa Mandiri Pangan kini berkembang menjadi salah satu lokasi yang sering dikunjungi berbagai pihak sebagai sarana edukasi dan agrowisata. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Sodong.
“Dulu mungkin orang melihat tempat ini hanya sebagai lahan pertanian biasa. Sekarang banyak tamu datang untuk belajar dan melihat bagaimana masyarakat mengembangkan pertanian secara mandiri. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas kawasan Desa Mandiri Pangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Desa Sodong akan terus melakukan pembinaan, pendampingan, pengawasan, serta pengembangan agar program tersebut semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami memiliki komitmen untuk terus mendukung program ini. Pemerintah desa tidak akan berhenti melakukan pembinaan kepada kelompok tani maupun masyarakat yang terlibat. Kami ingin Desa Mandiri Pangan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain,” tegas Dony.
Lebih lanjut, Dony menilai kreativitas masyarakat menjadi modal penting dalam membangun desa. Dengan dukungan pemerintah di semua tingkatan, potensi yang dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Saya selalu mengajak masyarakat agar jangan ragu berinovasi. Pemerintah desa akan terus hadir memberikan pendampingan dan membuka ruang bagi masyarakat yang ingin berkembang. Ketika masyarakat maju, maka desa juga akan semakin maju,” ucapnya.
Ia berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan lahan produktif untuk kegiatan pertanian sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
“Harapan kami, Desa Mandiri Pangan terus tumbuh, semakin banyak masyarakat yang terlibat, dan hasilnya mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Program ini sudah menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Desa Sodong,” tutupnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan











