Cegah Perundungan di Sekolah Harus Kolaboratif

Siswi SMP Negeri 24, tengah belajar bersama di pelataran sekolah.

TANGERANG, BANTENEKSPRES CO.ID — SMP Negeri 24 Kota Tangerang yang berlokasi di bilangan Kecamatan Karang Tengah, memperketat langkah-langkah preventif guna memastikan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying). Upaya ini menjadi komitmen serius pihak sekolah dalam melindungi kesehatan mental serta kenyamanan peserta didik selama berada di lingkungan sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 24 Kota Tangerang, Sidin Azis menegaskan, pencegahan perundungan tidak cukup hanya dengan teguran verbal, melainkan harus melalui sistem pengawasan yang terintegrasi dan pelibatan aktif seluruh warga sekolah.

Bacaan Lainnya

“Kami berkomitmen menjadikan SMP Negeri 24 Kota Tangerang sebagai zona aman bagi seluruh siswa. Pencegahan perundungan harus dilakukan secara kolaboratif, melibatkan pihak sekolah, guru, orang tua, pihak komite terutama para siswa itu sendiri,” ujar Sidin Azis saat ditemui, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menyampaikan, poin penting strategi pencegahan perundungan yang diterapkan di SMP Negeri 24 Kota Tangerang, pihaknya memperkuat peran guru Bimbingan Konseling (BK). Ia memaksimalkan fungsi bimbingan konseling (BK) serta membentuk tim khusus penanganan dan pencegahan kekerasan untuk memantau dinamika sosial antar siswa secara berkala.

Dikatakannya, SMP Negeri 24 terus melakukan edukasi penanaman nilai-nilai empati, toleransi, dan penghargaan terhadap sesama diselipkan melalui kegiatan rutin seperti upacara bendera, kegiatan keagamaan, serta forum diskusi kelas. Selain itu, pihaknya juga menyediakan sarana pengaduan yang ramah anak dan bersifat rahasia, sehingga siswa maupun orang tua tidak perlu ragu melaporkan potensi atau indikasi perundungan tanpa takut diintimidasi.

“Jadi sangat penting komunikasi terbuka antara pihak sekolah dan orang tua murid agar pengawasan terhadap perilaku anak tetap berlanjut ketika berada di luar jam sekolah,” tandas Azis.

Melalui langkah-langkah proaktif tersebut, ia berharap, kesadaran siswa akan pentingnya saling menghargai dapat tumbuh secara alami. Ia optimis bahwa lingkungan sekolah yang kondusif akan berbanding lurus dengan peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik peserta didik.(*)

Pos terkait