Sachrudin Minta ASN Aktif Cari Solusi bagi Masyarakat

Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat memimpin apel pegawai di lingkungan Puspemkot Tangerang, Senin 6 Juli 2026. Dhuyuf/Bantenekspres.co.id.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangerang Sachrudin menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang untuk mengoptimalkan pelayanan publik melalui pola jemput bola.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya menunggu laporan masyarakat, melainkan harus aktif turun ke lapangan mencari persoalan yang dihadapi warga agar setiap permasalahan dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.

Bacaan Lainnya

Arahan tersebut disampaikan Sachrudin saat memberikan pembinaan kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga ASN di lingkungan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin 6 Juli 2026.

Dikatakan Sachrudin, pelayanan publik yang baik tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pengaduan masyarakat, tetapi juga dari kesigapan pemerintah dalam mendeteksi persoalan sebelum berdampak lebih luas.

“Saya tidak pernah merasa direpotin. Bahkan setiap hari yang mau berangkat apel pun saya tidak pernah merasa diganggu. Ya, karena saya ini pelayan,” ujarnya, saat memimpin apel pegawai di lingkungan Puspemkot Tangerang, Senin 6 Juli 2026.

Ia mengatakan, semangat melayani harus dimiliki seluruh ASN tanpa terkecuali. Sebagai pelayan masyarakat, aparatur pemerintah harus hadir kapan pun masyarakat membutuhkan bantuan, terutama dalam pelayanan dasar seperti kesehatan, administrasi, maupun persoalan sosial.

Selain itu, Sachrudin menegaskan setiap perangkat daerah harus mengubah pola kerja dari menunggu laporan menjadi aktif mendatangi masyarakat. Menurutnya, tidak ada warga yang menginginkan masalah sehingga pemerintah berkewajiban hadir lebih dahulu untuk memberikan solusi.

“Tugas kita itu cari masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Kita hadir untuk memberikan solusi, itu tugas kita,” tegasnya.

Dalam optimalisasi pelayanan jemput bola, Sachrudin menyebut salah satunya yaitu di bidang kesehatan. Di bidang kesehatan, Sachrudin menilai pelayanan tidak boleh hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sudah sakit. Pemerintah juga harus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui edukasi kesehatan, deteksi dini, serta memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan dengan mudah.

“Kesehatan bukan persoalan pelayanan yang baik ketika masyarakat sakit, tapi bagaimana caranya masyarakat agar tidak sakit. Yang sakit tidak berkembang, menjalar. Jadi dijemput,” katanya.

Ke depan, Sachrudin berharap pola pelayanan jemput bola dapat menjadi budaya kerja di seluruh perangkat daerah. Dengan ASN yang aktif turun ke lapangan, responsif terhadap kebutuhan warga, dan cepat menghadirkan solusi, kualitas pelayanan publik di Kota Tangerang akan terus meningkat sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. (adv)

 

Pos terkait