Cakupan Imunisasi Anak di Kota Serang Masih 60 Persen

Peneliti Fakultas Kedokteran UI, Dr. Ahmad Fuadi

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Cakupan imunisasi dasar lengkap bagi anak di Kota Serang masih berada di angka sekitar 60 persen atau belum mencapai target nasional. Kondisi tersebut terungkap dalam hasil penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) di Kota Serang.

Peneliti Fakultas Kedokteran UI, Dr. Ahmad Fuadi, mengatakan pihaknya telah menyampaikan hasil penelitian tersebut kepada Wali Kota Serang sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak. “Kami juga meminta dukungan pemerintah daerah untuk membantu meningkatkan cakupan imunisasi anak,” kata Ahmad Fuadi.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, penelitian tersebut dilakukan di tiga provinsi, yakni Aceh, Banten, dan Maluku. Untuk wilayah Banten, penelitian difokuskan di Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang.

Berdasarkan hasil studi, masih terdapat sejumlah faktor di tingkat masyarakat yang menjadi hambatan dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi. Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak untuk memperkuat edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.

Ia menuturkan, fokus penelitian berada pada imunisasi dasar lengkap bagi anak usia di bawah dua tahun. Meski demikian, anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap masih dapat mengikuti program imunisasi kejar hingga usia tiga sampai lima tahun.

“Cakupan imunisasi dasar di Indonesia secara umum masih belum mencapai target. Di Kota Serang sendiri, cakupannya masih berada di bawah target nasional sehingga perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ahmad menyebutkan, pihaknya menargetkan cakupan imunisasi di Kota Serang dapat meningkat hingga minimal 80 persen. Peningkatan tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi anak-anak dari berbagai penyakit infeksi yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Selain itu, penelitian juga menemukan sejumlah alasan yang membuat sebagian orang tua belum memberikan imunisasi kepada anaknya. Di antaranya kekhawatiran terhadap efek samping, maraknya hoaks dan disinformasi mengenai imunisasi, serta adanya pemahaman atau keyakinan tertentu yang berkembang di sebagian masyarakat.

Karena itu, ia menilai edukasi yang masif dan berkelanjutan perlu dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai manfaat imunisasi.

“Kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045. Anak-anak yang saat ini masih berusia balita harus tumbuh sehat hingga dewasa. Imunisasi merupakan salah satu prasyarat penting untuk mendukung hal tersebut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aldi Alpian Indra

Pos terkait