DP3A Kabupaten Tangerang Pastikan Pendampingan Korban Pelecehan Seksual di Balaraja Sudah Berjalan

Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman

BALARAJA, BANTENEKSPRES.CO.ID — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang memastikan penanganan terhadap korban dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Balaraja, Kabupaten Tangerang telah berjalan.

Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, mengatakan pihaknya telah bergerak memberikan perlindungan dan pendampingan kepada korban, mulai dari asesmen hingga pemulihan psikologis.

Bacaan Lainnya

“Sudah ditangani, alhamdulillah. Bentuk penanganannya dilakukan home visit, asesmen, kemudian pendampingan dalam proses pelaporan ke kepolisian,” ujar Asep, Kamis 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan, DP3A juga memfasilitasi kebutuhan visum korban yang dilakukan di Rumah Sakit Balaraja atas permintaan pihak kepolisian. Selain itu, pendampingan turut diberikan selama proses pemeriksaan medis maupun psikologis.

“Visumnya kami fasilitasi ke Rumah Sakit Balaraja sesuai permintaan Polres. Setelah itu kami lanjutkan dengan pendampingan ke rumah sakit dan pendampingan untuk pemeriksaan psikolog forensik,” katanya.

Menurut Asep, seluruh tahapan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi UPTD PPA dalam memberikan perlindungan kepada korban. Saat ini, proses pendampingan masih terus berjalan, termasuk layanan pemulihan psikologis atau trauma healing.

“Korban juga sudah mendapatkan pendampingan psikolog untuk trauma healing. Kegiatannya sudah dilaksanakan pada tanggal 8 kemarin,” ungkapnya.

Meski jumlah kasus perlindungan perempuan dan anak yang ditangani cukup banyak, Asep memastikan pelayanan tetap berjalan optimal. Menurutnya, penjadwalan layanan psikolog dilakukan secara bergantian agar seluruh korban dapat memperoleh pendampingan yang dibutuhkan.

“Memang kasus yang ditangani cukup banyak sehingga jadwal psikolog harus diatur secara bergantian. Tetapi yang jelas semuanya sudah ditangani sesuai prosedur,” tegasnya.

Asep mengatakan, pihaknya telah menambah tenaga psikolog sesuai kebutuhan pelayanan.

“Kalau psikolog, kami sudah menambah sesuai kebutuhan. Jadi bukan karena kekurangan tenaga, tetapi lebih kepada pengaturan jadwal agar seluruh kasus bisa tertangani dengan baik,” jelasnya. (*)

Pos terkait