Dinkes Kabupaten Tangerang Catat Ratusan Ribu Kasus Hipertensi dan Diabetes

Dinkes Kabupaten Tangerang Catat Ratusan Ribu Kasus Hipertensi dan Diabetes
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi. Foto Dani Mukarom/Bantenekspres.co.id

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Jumlah warga Kabupaten Tangerang yang menderita penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi dan diabetes melitus, masih tergolong tinggi. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menunjukkan ratusan ribu warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan akibat dua penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) tahun 2025, sebanyak 262.798 penyandang hipertensi dan 95.149 penyandang diabetes melitus tercatat berobat ke puskesmas di Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

Sementara pada tahun 2026, hingga saat ini Dinas Kesehatan telah melayani 93.924 penyandang hipertensi dan 35.745 penyandang diabetes melitus.

“Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyakit prioritas yang menjadi salah satu standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Jumlah kasusnya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan,” kata Hendra saat diwawancarai Banten Ekspres, Minggu 14 Juni 2026.

Menurut Hendra, tingginya angka penderita PTM dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain faktor keturunan, sebagian besar kasus disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Berdasarkan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Hendra mengatakan, jumlah kasus PTM terbanyak berada di Kecamatan Kelapa Dua, Pasar Kemis, dan Cikupa.

Ia menuturkan, untuk mengendalikan peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terus memperkuat berbagai program pencegahan dan penanganan. Mulai dari edukasi kesehatan kepada masyarakat, deteksi dini penyakit tidak menular melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga pelayanan terpadu PTM di puskesmas melalui Integrasi Layanan Primer (ILP).

Selain itu, Dinkes juga menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam di sejumlah puskesmas guna memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat dan cepat.

“Kami juga menjalankan program paliatif bagi pasien PTM kronis seperti kanker, stroke, dan pasien cuci darah agar kualitas hidup mereka tetap terjaga,” ujar Hendra.

Dinas Kesehatan, kata Hendra, mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan terhadap hipertensi dan diabetes melitus yang jumlah penderitanya terus bertambah setiap tahun.

“Kami menghimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas wilayahnya masing-masing,” ucapnya. (*)

Pos terkait