UPTD Puskesmas Bojong Kamal Dampingi Lima Pasien Ikuti Baksos Operasi Katarak

Puskesmas Bojong Kamal, mendampingi 5 orang pasien yang mengikuti operasi katarak yang dilakukan oleh RSUD Kabupaten Tangerang di puskesmas Bojong Kamal. Randy/Bantenekspres.co.id

LEGOK,BANTENEKSPRRS.CO.ID – UPTD Puskesmas Bojong Kamal turut berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial operasi mata katarak yang diselenggarakan di RSUD Kabupaten Tangerang sebagai upaya meningkatkan kesehatan indera penglihatan masyarakat di wilayah kerjanya.

Dalam kegiatan tersebut, UPTD Puskesmas Bojong Kamal mendampingi lima orang pasien terduga katarak yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Bojong Kamal. Pendampingan dilakukan sejak proses skrining hingga pemeriksaan kesehatan pascaoperasi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan bakti sosial ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Sosial Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan PERDAMI. Adapun rangkaian kegiatan meliputi skrining katarak, pelaksanaan operasi katarak dengan metode luka minimal, serta pemeriksaan kesehatan pascaoperasi.

Kepala UPTD Puskesmas Bojong Kamal drg. Made Kusuma Dewi mengatakan, bahwa keterlibatan puskesmas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik pelaksanaan bakti sosial operasi katarak ini karena memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat, khususnya mereka yang selama ini mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh layanan operasi secara aman dan berkualitas sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat,” ujarnya kepada Bantenrkspres.co.id, Selasa 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak agar masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan mata yang lebih luas.

“Katarak bukanlah kondisi yang harus dibiarkan. Dengan penanganan yang tepat melalui tindakan operasi, penglihatan pasien dapat kembali membaik. Karena itu kami terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mata secara berkala agar gangguan penglihatan dapat terdeteksi sejak dini,” katanya.

Menurutnya, peran puskesmas tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan rujukan yang dibutuhkan.

“Kami melakukan pendataan, skrining awal, edukasi, hingga pendampingan kepada pasien selama mengikuti seluruh tahapan kegiatan. Pendampingan ini penting agar pasien merasa tenang dan memahami setiap proses yang akan dijalani,” ungkapnya.

Ia menambahkan, banyak masyarakat yang terkadang menunda pemeriksaan mata karena menganggap penurunan penglihatan merupakan bagian normal dari proses penuaan.

“Masih ada anggapan di masyarakat bahwa mata yang mulai kabur pada usia lanjut adalah hal biasa sehingga tidak perlu diperiksa. Padahal, bisa saja kondisi tersebut disebabkan oleh katarak yang sebenarnya dapat ditangani melalui tindakan operasi,” jelas drg. Made.

Menurut Made, program bakti sosial kesehatan memiliki dampak yang sangat nyata karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ketika seseorang kembali dapat melihat dengan jelas setelah menjalani operasi katarak, maka bukan hanya kesehatan yang membaik, tetapi juga produktivitas, kemandirian, dan kualitas hidupnya. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai tenaga kesehatan,” tutupnya. (*)

Reporter: Randy Yastiawan

Pos terkait