Pemkot Tangerang Jaring Talenta Muda Terbaik

Peserta O2SN tingkat Kota Tangerang, saat mengikuti devile pembukaan Gelaran O2SN di Stadion Benteng Reborn, Senin, 25 Mei 2026.

 

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi membuka gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kota Tangerang tahun 2026. Acara pembukaan ini berlangsung meriah di Stadion Benteng Reborn pada Senin, 25 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang ini diikuti oleh ribuan pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Tangerang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian penting dari program pembinaan talenta peserta didik. Selain itu, ajang ini menjadi wadah strategis untuk mengembangkan potensi, minat, bakat, kreativitas, serta karakter siswa.

“Melalui O2SN, FLS3N, dan GSI ini, kita ingin memberikan apresiasi kepada anak-anak kita untuk terus berkreasi dengan menampilkan karya yang inovatif. Ini adalah panggung bagi mereka untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” ujar Herman Suwarman dalam sambutannya.

Herman mengatakan, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkembangkan bakat yang berbasis penguatan karakter, seperti sikap kemandirian, sportivitas, kompetitif, serta meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan rasa nasionalisme.

Berdasarkan laporan pelaksanaan, kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta didik, diantaranya, untuk kegiatan O2SN diikuti sebanyak 260 siswa SD dan 400 siswa SMP. Kemudian kegiatan FLS3N diikuti oleh 195 siswa SD dan 200 siswa SMP. Sedangkan kegiatan GSI diikuti oleh 468 peserta didik.

Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan dalam O2SN jenjang SD, lanjut Herman, meliputi kids athletic, bulu tangkis, pencak silat, renang, dan senam. Sementara untuk jenjang SMP melombakan cabang renang, atletik, silat, karate, dan bulu tangkis.

Untuk bidang seni, FLS3N jenjang SD melombakan seni tari, solo vokal, pantomim, kriya, gambar bercerita, mendongeng, dan menulis cerita.

“Untuk jenjang SMP, cabang yang dilombakan meliputi menyanyi solo, mendongeng, tari kreasi, pantomim, ansambel musik, menulis cerita, musik tradisional, dan ilustrasi,” paparnya.

Ia menambahkan, Pemkot Tangerang juga memperkenalkan dua inovasi digital di bidang pendidikan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan, yaitu aplikasi SIP PAUD (Sistem Informasi Pendampingan PAUD dan PNF, yaitu Aplikasi yang digunakan untuk mendukung pengelolaan, pendampingan, monitoring, serta pendataan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non-Formal (PNF), dan aplikasi CISADANE (Central Informasi Sistem Administrasi Data Edukasi Inklusif).

Platform digital yang dikembangkan ini, lanjut Herman, untuk mendukung pengelolaan data pendidikan inklusif secara terpusat, mulai dari pendataan peserta didik berkebutuhan khusus hingga monitoring layanan.

“Kedua aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas layanan pendidikan di Kota Tangerang melalui digitalisasi administrasi, integrasi data, serta memberikan kemudahan akses informasi bagi sekolah, pendidik, dan pemerintah daerah,” pungkasnya.(*)

 

Pos terkait