Perketat Pengawasan, SDN Larangan Selatan 1 Rutin Bina Guru demi Cegah Perundungan

Para guru SDN Larangan Selatan 1 saat mengikuti kegiatan pembinaan anti perundungan yang dipimpin oleh Matiah, Kepala Sekolah SDN Larangan Selatan 1.

LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Larangan Selatan 1 mengambil langkah progresif dalam menangani isu perundungan di lingkungan sekolah. Fokus utama strategi sekolah dengan pembinaan intensif terhadap tenaga pendidik guna memastikan pengawasan siswa berjalan secara maksimal.

Kepala Sekolah SDN Larangan Selatan 1, Matiah menjelaskan, peran guru menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah aksi bullying. Oleh karena itu, koordinasi melalui rapat rutin menjadi agenda wajib yang dilakukan pihak sekolah.

Bacaan Lainnya

“Kami semua guru rapat, kita kan selalu briefing mengadakan pembinaan siswa itu dalam pergaulan, dalam beradaptasi baik di lingkungan sekolah,” ujar Matiah kepada bantenekspres.co.id, Selasa 19 Mei 2026.

Ia menambahkan, dalam setiap sesi pembinaan, para guru diarahkan untuk selalu memberikan pencerahan kepada siswa setiap kali memasuki jam pelajaran. Hal ini bertujuan agar pesan mengenai bahaya perundungan tersampaikan secara konsisten kepada seluruh murid.

Selain itu, pihak sekolah menekankan metode sentuh hati sebagai pendekatan utama. Pada metode ini, Guru diminta menggunakan bahasa yang baik dan persuasif untuk menanamkan pemahaman seluruh warga sekolah agar selalu saling menyayangi dan menghormati.

“Sentuh hatinya ya dalam arti kata begini, bahasanya yang baik bahwa kita itu makhluk sosial, kita dalam satu almamater. Berarti kita harus saling menghargai,” tambahnya.

Selain pendekatan emosional, kata dia, sekolah juga menerapkan aturan teknis yang ketat untuk meminimalisir peluang terjadinya perundungan. Salah satunya larangan adanya kelas kosong tanpa pengawasan guru selama di kelas.

Matiah juga menegaskan, guru kelas diinstruksikan untuk tidak meninggalkan ruangan sebelum guru bidang studi berikutnya hadir di kelas tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan siswa selalu berada di bawah pantauan tenaga pendidik secara bergantian.

Ia mengakui, pembinaan terhadap guru perlu dilakukan sesering mungkin agar komitmen pencegahan perundungan tidak luntur. Setidaknya, dalam satu minggu, pembinaan internal ini dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali.

“Guru manusia juga jadi perlu diingatkan gitu, mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Paling tidak kalau kita berusaha sudah maksimal, kita selalu mengingatkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, langkah diambil dikarenakan dampak perundungan yang sangat merugikan bagi siswa. Pihak sekolah berkomitmen menciptakan atmosfer belajar yang aman bagi seluruh tingkatan kelas.

Ke depan, melalui pembinaan guru yang terstruktur, SDN Larangan Selatan 1 berharap nilai-nilai kepedulian dan saling membantu antarsiswa dapat tumbuh secara alami, sekaligus mengeliminasi budaya kekerasan di lingkungan pendidikan. (*)

Pos terkait