Antusias Tinggi Siswa Warnai Pelaksanaan ASKA di SMPN 32 Tangerang

Siswa-siswi SMPN 32 Tangerang saat pelaksanaan assesmen sumatif kelas akhir (ASKA) di hari ke-empat, Kamis (7/5). Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/bantenekspres.co.id

 

CIPONDOH, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pelaksanaan Asesmen Sumatif Kelas Akhir (ASKA) di SMPN 32 Tangerang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Seluruh siswa kelas IX tampak antusias mengikuti rangkaian asesmen yang telah memasuki hari keempat pelaksanaan, Kamis 7 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Humas SMPN 32 Tangerang, Basuni, mengatakan tingkat kehadiran siswa selama ASKA sampai hari ini sangat baik. Menurutnya, seluruh peserta hadir dan mengikuti asesmen dengan penuh keseriusan sejak hari pertama.

“Alhamdulillah aman, terus anak-anak ikut semua. Dari awal sampai sekarang pelaksanaan berjalan lancar, anak-anak juga antusias mengikuti kegiatan. Kami bersyukur karena sampai hari keempat ini semuanya masih terkendali dan tidak ada kendala yang berarti,” ujarnya kepada bantenekspres.co.id, Kamis 7 Mei 2026.

Dikatakan Basuni, untuk menjaga ketertiban siswa selama asesmen berlangsung, pihak sekolah rutin memberikan pengarahan setiap pagi sebelum siswa masuk ke ruang kelas. Pengarahan dilakukan di halaman sekolah dengan tujuan memberikan motivasi sekaligus penguatan karakter kepada peserta didik.

“Kalau datang pagi tadi kan anak-anak memang kami kumpulkan dulu untuk diberikan pengarahan. Itu setiap hari kami lakukan sebelum masuk kelas. Jadi anak-anak duduk bersama dulu, kemudian diberikan arahan supaya mereka siap mengikuti asesmen dan tetap menjaga sikap selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Basuni menjelaskan, pengarahan tersebut dilakukan secara bergantian oleh kepala sekolah dan para wakil sekolah agar siswa tidak merasa bosan. Menurutnya, komunikasi yang terus dilakukan kepada siswa menjadi bagian penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.

“Kami jadwalkan bergantian. Hari Senin kepala sekolah yang memberikan pengarahan, nanti berikutnya para wakil sekolah secara bergantian. Kalau setiap hari kepala sekolah terus yang bicara nanti anak-anak juga jenuh, jadi dibuat bergantian supaya lebih efektif dan tetap didengarkan oleh siswa,” jelasnya.

Dalam pengarahan itu, lanjut Basuni, sekolah terus menanamkan pentingnya kejujuran kepada siswa. Pihak sekolah meminta seluruh peserta mengerjakan soal dengan kemampuan sendiri dan tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan.

“Anak-anak selalu kami ingatkan jangan sampai menyontek, jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak baik selama asesmen. Nilai itu harus murni hasil usaha sendiri. Kami bilang percuma kalau menyontek, karena guru-guru juga sudah tahu kemampuan masing-masing siswa,” ungkapnya.

Ia menilai, kejujuran menjadi salah satu hal utama yang harus dijaga siswa selama mengikuti asesmen. Karena itu, pihak sekolah terus memberikan pemahaman agar siswa tidak tergoda melakukan pelanggaran.

“Kalau misalnya nilainya tiba-tiba jauh di atas kebiasaan, tentu guru akan merasa heran. Maka dari itu kami terus mengingatkan supaya anak-anak percaya diri dengan kemampuan sendiri. Yang penting jujur dan berusaha maksimal, itu yang selalu kami tekankan setiap pagi,” tuturnya.

Selain itu, pihak sekolah juga mengingatkan siswa untuk tidak melakukan aksi corat-coret maupun perayaan berlebihan setelah asesmen selesai. Menurut Basuni, pengarahan tersebut merupakan langkah pencegahan agar situasi tetap aman dan tertib.

“Setiap hari kami sampaikan juga supaya nanti di akhir jangan ada corat-coret seragam atau tindakan yang macam-macam. Kami lebih mengedepankan tindakan preventif, jadi sebelum terjadi sesuatu anak-anak sudah terus diingatkan dari awal,” ucapnya.

Ia menyebut, jumlah peserta ASKA di SMPN 32 Tangerang tahun ini mencapai 324 siswa yang terbagi dalam sembilan kelas. Seluruh siswa hadir mengikuti asesmen dengan disiplin dan tepat waktu setiap hari.

“Total siswa kelas sembilan yang ikut ASKA ada 324 siswa dari sembilan kelas. Alhamdulillah semuanya hadir dan ikut dengan baik. Dari jauh-jauh hari juga memang sudah kami arahkan supaya menjaga kondisi dan tetap fokus menghadapi asesmen,” ujar Basuni.

Lebih lanjut, kata Basuni, sekolah juga meminta siswa menjaga kesehatan selama pelaksanaan ASKA berlangsung. Para siswa juga diimbau tidak begadang ataupun bermain telepon genggam hingga larut malam.

“Kami selalu bilang ke anak-anak supaya jangan main HP sampai larut malam. Kalau tidur terlalu malam nanti paginya pusing dan tidak fokus saat ujian. Jadi kesehatan juga harus dijaga supaya mereka bisa mengikuti asesmen dengan maksimal,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait