Cegah Banjir, UPTD SDA Wilayah VI Normalisasi Saluran Apur Bojong Renged Kosambi

UPTD SDA Wilayah VI melakukan normalisasi saluran Apur Bojong Renged di Desa Rawa Burung, Kosambi, untuk mengatasi pendangkalan dan mencegah banjir saat musim hujan. Foto: UPTD SDA Wilayah VI DBMSDA Kabupaten Tangerang

 

KOSAMBI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sumber Daya Air (SDA) Wilayah VI Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang bergerak cepat melakukan normalisasi pada saluran pembuang Apur Bojong Renged, Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi.

Bacaan Lainnya

Pengerjaan ini dilakukan menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk mengeruk tumpukan sedimentasi lumpur yang telah lama menyumbat aliran air di wilayah tersebut.

Kepala UPTD SDA Wilayah VI H. Suhanda mengungkapkan, kondisi saluran saat ini sudah mengalami pendangkalan yang cukup parah.

Jika dibiarkan, tumpukan lumpur dan sampah gulma akan terus mengurangi daya tampung air dan memicu luapan air ke pemukiman warga.

“Jika pekerjaan galian lumpur ini tidak segera dilaksanakan, maka dapat mengakibatkan banjir di kemudian hari,” tegas H. Suhanda dalam keterangannya, Rabu, 29 April 2026.

Untuk memastikan efektivitas aliran air, pihak UPTD SDA Wilayah VI telah menetapkan target pengerukan dengan volume mencapai 1.100 meter kubik.

Proses ini tidak hanya dilakukan asal-asalan, melainkan melalui pemantauan teknis yang ketat.

“Kami melakukan normalisasi agar mengembalikan fungsi saluran menjadi lebih optimal dari penyempitan sedimentasi lumpur dan sampah apung atau gulma. Tenaga teknis kami juga melakukan pengukuran dan pengecekan secara berkala,” tambah Suhanda.

Normalisasi ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi warga Desa Rawa Burung dan sekitarnya.

Dengan saluran yang bersih dan dalam, hambatan air dipastikan berkurang, sehingga risiko meluapnya air ke pemukiman warga saat turun hujan dengan intensitas tinggi dapat diminimalisir secara signifikan.

Langkah preventif ini merupakan bagian dari komitmen DBMSDA Kabupaten Tangerang dalam menjaga infrastruktur sumber daya air agar tetap berfungsi optimal dalam menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu. (*)

 

Pos terkait