Kecamatan Curug Genjot Program Bedah Rumah, Rumah Warga Tidak Layak Jadi Prioritas

Pegawai Kecamatan Curug saat melakukan peninjauan di rumah Asan warga Desa Curug Kulon yang akan dilaksanakan program bedah rumah.

CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID — Kecamatan Curug terus menggencarkan program bedah rumah bagi warga tidak mampu sebagai upaya menghadirkan hunian yang layak dan sehat. Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan rumah layak huni.

Kali ini, perhatian tertuju pada rumah milik Asan, warga Kampung Margasari RT 005 RW 008, Desa Curug Kulon, yang kondisinya dinilai sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Camat Curug, Arif Rachman, turun langsung meninjau lokasi guna memastikan kondisi rumah serta menindaklanjuti rencana perbaikan.

Bacaan Lainnya
Camat Curug Arif Rachman saat melakukan peninjauan di rumah Asan warga Desa Curug Kulon yang akan dilaksanakan program bedah rumah.

Dalam peninjauan tersebut, Camat Curug Arif Rachman melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan, mulai dari atap, dinding, lantai, sanitasi, hingga sirkulasi udara dan pencahayaan rumah.

“Kami melihat langsung kondisi rumah Pak Asan yang memang sangat memprihatinkan. Ini menjadi perhatian serius kami agar segera dilakukan penanganan melalui program bedah rumah,” ujar Arif Rachman kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 28 April 2026.

Ia menegaskan, bahwa pihak kecamatan akan mengupayakan berbagai jalur pendanaan demi merealisasikan perbaikan rumah tersebut.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar rumah ini bisa segera diperbaiki. Pertama kami dorong melalui APBD, jika tidak memungkinkan dalam waktu dekat, kami akan mencari alternatif melalui CSR perusahaan,” jelasnya.

Arif juga menambahkan, apabila upaya melalui CSR belum membuahkan hasil, pihaknya tidak akan berhenti sampai di situ.

“Kalau dari CSR belum bisa, kami akan coba ajukan melalui Baznas. Dan jika itu pun belum terealisasi, kami siap menggerakkan gotong royong bersama masyarakat. Yang terpenting, rumah Pak Asan bisa segera layak dihuni,” tegasnya.

Menurutnya, program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat kurang mampu untuk hidup lebih sehat dan nyaman.

“Ini bukan hanya soal rumah, tapi soal kemanusiaan. Kami ingin memastikan warga kami tinggal di tempat yang aman, sehat, dan layak,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk bersama-sama berkontribusi dalam membantu warga yang membutuhkan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi semua pihak agar program ini berjalan optimal dan tepat sasaran,” tutupnya. (*)

Pos terkait